
| Sabtu, 21 September 2002 | Semarang & Sekitarnya |
Empat Dusun di Sojomerto TerisolasiKENDAL - Warga Dusun Klantong, Karangantung, Sumyak serta Seneng, Kelurahan Sojomerto, Gemuh, mengeluh. Pasalnya, pembangunan jalan yang mereka harapkan dari pemerintah hingga kini belum terealisasi. Akibatnya, mereka terisolasi. Padahal, jarak antara keempat dusun tersebut dengan pusat pemerintahan desa hanya sekitar tiga kilometer, dan lima belas kilometer dari ibu kota Kabupaten Kendal. Dari pengamatan Suara Merdeka, medan jalan ke empat dusun yang jaraknya berdekatan itu memang cukup sulit. Karena satu-satunya jalan dusun yang ada masih berupa tanah liat. Warga dan TNI dalam kegiatan ABRI Masuk Desa (AMD) beberapa tahun lalu, sudah berupaya mengadakan pengerasan jalan ala kadarnya, yaitu dengan menambah batu kali atau koral. Selain tidak rata, kondisi jalan itu kebanyakan bergelombang. Satu-satunya alat transportasi modern (bermesin) yang bisa melalui jalan itu adalah sepeda motor. Itu pun kebanyakan adalah milik tukang ojek. "Untuk melalui jalan tersebut, pengendara sepeda motor harus hati-hati. Di samping itu juga dibutuhkan keterampilan dan keberanian. Tidak sedikit pengendara sepeda motor yang jatuh. Sebab selain tidak layak, kondisi jalan juga jalan naik-turun," tutur Suparno (37), seorang tukang ojek. Sebenarnya, lanjut dia, ada juga mobil yang melewati jalan itu. Biasanya yang lewat adalah para pedagang tembakau. "Jika kemudi melintir sedikit saja, kendaraan bisa nggoling. Belum lagi risiko kerusakan pada per mobil," kata Sugiyono (27), sopir truk yang biasa mengambil tembakau di daerah itu. Meninggal Ditandu Tantangan lain yang harus dihadapi untuk menuju lokasi tersebut adalah menyeberangi aliran Sungai Blukar, karena belum tersedia jembatan. "Jika musim penghujan tiba, masyarakat yang ada di beberapa dusun di sini praktis tidak bisa pergi ke mana-mana. Pada saat itu kami sangat terisolasi. Satu-satunya jalan yang ada sulit di lalui, ditambah sungai yang ada sedang banjir. Radius luapan air sungai dapat mencapai 500 meter dari bibir sungai" ungkap Rochimu (50), Ketua RW 6 Dusun Karanggantung. Dia menyatakan, pada musim penghujan yang terjadi beberapa waktu lalu, salah seorang warganya menderita sakit keras, sehingga perlu segera mendapat perawatan. Namun, karena kendaraan tidak bisa masuk ke daerahnya, terpaksa warga tersebut ditandu. Kabag Pembangunan Pemkab Kendal Tavip Poermono SH mengatakan, pihaknya sudah berencana melakukan pengerasan jalan yang menghubungkan empat dukuh tersebut. Namun, selalu terganjal daftar skala prioritas (DSP). "Di samping itu, jalan itu berada pada kawasan Perhutani. Jadi, kami harus berkoordinasi dahulu. Pertimbangan lain menyangkut topografi daerah tersebut yang berada di perbukitan," jelasnya. (ss-76k) |