
| Sabtu, 21 September 2002 | Semarang & Sekitarnya |
Bupati : Banyak PNS Keluyuran saat Jam KerjaGROBOGAN-Pegawai negeri sipil (PNS) di jajaran Setda, badan, dinas, kantor dan lainnya ternyata masih banyak yang keluyuran di saat jam kerja. Bahkan beberapa diantaranya beralasan, mereka keluyuran karena di kantor tidak ada pekerjaan. "Mereka yang beralasan seperti itu berarti mengingkari perintah untuk disiplin. Sebab yang namanya PNS harus selalu siap di kantor dari pukul 07.00-14.00," kata Bupati H Agus Supriyanto SE kemarin. Ia mengatakan hal itu pada saat apel pagi di halaman Setda yang diikuti semua pejabat dan karyawan di jajaran Setda, dinas, badan dan kantor. Usai apel dilanjutkan pertemuan rutin antara bupati, wakil bupati dengan sekda, asisten sekda dan pejabat terkait di ruang pertemuan sekda. Menurut pengamatan bupati, PNS entah dari jajaran dinas, bagian, kantor atau yang lain sering dipergoki berada di pasar di Jl A Yani Purwodadi pada jam-jam kerja. Bahkan kerap kali 3-4 orang secara bersama-sama dijumpai berada di pertokoan Jl R Suprapto. "Ini menunjukkan PNS itu tak disiplin. Lebih-lebih keluar tanpa izin atasan," kata bupati. Dia mengaku tak jemu-jemunya mengingatkan PNS di jajarannya untuk disiplin. Sebab disiplin dinilai sebagai kunci keberhasilan dalam tugas pelayanan maupun abdi negara. Karena itu dalam setiap kesempatan masalah tersebut terus dipersoalkan. Dikatakan, menjadi PNS tidak mudah, sebab pesaingnya banyak dan masuknya sangat selektif. Mengingat yang dibutuhkan sedikit. Itu pun tidak setiap tahun ada. Tetapi anehnya setelah diterima menjadi PNS, etos kerjanya jauh berkurang. Malahan cenderung malas-malasan, suka bolos dan keluyuran di saat jam kerja. "PNS seperti itu tak patut dijadikan teladan. Justru kalau satu dengan lainnya meniru, nama baik PNS akan tercoreng. Dampaknya di mata masyarakat Pemkab menjadi jelek," ujarnya. Menurut bupati, hak dan kewajiban PNS belum seimbang. Sebab ketika rapelan gaji terlambat diberikan, banyak pegawai protes. Tetapi ketika rapelan diberikan, kewajiban yang harus dilakukan belum tampak optimal. Persoalan pembangunan di Grobogan harus dipikirkan bersama-sama, yaitu satu dengan lainnya harus disiplin dalam menjalankan tugas. Dengan itu persoalan tidak menjadi beban berat Pemkab. Justru sebaliknya akan menjadi lebih ringan karena satu dengan lainnya bekerja secara kompak. (A23-76) |