logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 21 September 2002 Semarang & Sekitarnya  
Line

Gedongsongo Bukan Tempat Seks Bebas

UNGARAN-Ketua DPRD Kabupaten Semarang Drs Sukimto mendesak institusi terkait untuk segera menata kawasan Candi Gedongsongo, Bandungan. Kawasan tersebut tidak hanya kotor akibat sampah, tetapi juga telah tercemar oleh rendahnya keimanan dan budaya. Karena itu, sebelum terlambat, semua pihak wajib menyelamatkan kawasan tersebut agar tak menjadi tempat seks bebas.

Sukimto sudah lama mengetahui kawasan wisata itu menjadi tempat seks bebas. Dia sudah melapor ke Disparta, namun tak ada tanggapan serius.

Ketua DPRD tersebut menanggapi temuan sejumlah LSM bahwa setiap malam minimal ada 100 kondom bekas berserakan di sepanjang jalan menuju candi. Bahkan Senin pagi jumlahnya sekitar 200 buah.

Dia minta Bupati segera menertibkan pengunjung yang merusak citra kawasan wisata tersebut. "Saya setuju diadakan operasi mendadak dan yang tertangkap diproses secara hukum. Jangan sampai didiamkan dan berkembang lebih parah."

Anggota Komisi A dr H Anis Supriyadi menyesalkan Subdin Pengendalian Disparta yang tidak berfungsi. Pembentukan institusi tersebut pada awalnya untuk memantau segala bentuk pencemaran baik fisik maupun budaya dan etika pada kawasan wisata.

Melakukan hubungan seks di tempat terbuka di kawasan Candi Gedongsongo, kata dia, merupakan pencemaran budaya dan keimanan.

Kepala Kantor Perlindungan Masyarakat Letkol Inf M Sarbini menegaskan, Satpol PP berencana melakukan operasi. Selama ini operasi dilakukan siang dan sasarannya pelajar yang membolos.(C17-76c)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA