
| Sabtu, 21 September 2002 | Semarang & Sekitarnya |
"Berangkat dari Sebuah Kegagalan..."UNGKAPAN "Jangan pernah putus asa dalam meraih suatu kesuksesan" memang tepat. Setidaknya, hal itu akan mendorong seseorang untuk tetap gigih dalam mencapai sesuatu yang diinginkan. Kata-kata itulah yang sering dipakai untuk mendorong semangat Ilik Sasongko, seseorang yang belakangan menekuni pembuatan kartu undangan pernikahan, kartu nama, kartu ulang tahun, kartu Lebaran, kartu Natal, dan sejenisnya. "Saya memang bukan satu-satunya di Semarang, tetapi paling tidak usaha yang berlabel Salma Card ini memiliki spesifikasi tersendiri dari yang lain," kata dia yang menggeluti bisnis ini sejak 1997. Menurut dia, ketertarikan di bisnis itu panjang ceritanya. Bahkan, untuk bisa meraih kesuksesan, banyak hal yang mengadang. "Terus terang saya berangkat dari sebuah kegagalan untuk bisa berdiri dan mandiri seperti sekarang. Jadi, kalau sekarang jadi besar, ya semula sudah pernah melewati berbagai kesulitan." Banyak tempat yang pernah dicoba mengawali bisnis itu. Misalnya, pernah buka di Batan, Jalan Kelud, dan Cokroaminoto. Tetapi kepindahan ibarat lintang ngalih itu, belum juga menemukan sesuatu yang diharapkan. Baru setelah menghuni Jl Brotojoyo IG No 3/4 Pondok Indraprasta sejak 2000, mulai ada peningkatan, bahkan terus berkembang sampai sekarang. Dia mempekerjakan 12 karyawan, terdiri atas bagian artistik, cetak, administrasi, dan finishing. Banyak yang harus dilayani. Selain yang bersifat perorangan, juga pemesanan dari para grosir. Tak hanya mereka yang datang dari daerah di Jateng, tetapi juga dari Jabar, Jakarta, dan daerah lain. Yang menjadi kendala sekarang adalah pengadaan bahan baku kertas. Sebab, permintaan konsumen cenderung aneh-aneh. Karena itu, dengan jenis permintaan yang bermacam-macam tersebut, dia harus mencarinya ke Bandung, Jakarta, atau ke Surabaya karena di Semarang tidak ada. "Intinya, konsumen ingin tampilan lain."
Keunggulan Keunggulan Salma Card, terutama bisa melayani desain secara gratis bagi setiap pemesan. Soal kualitas, harga, atau kecepatan waktu, mungkin yang lain bisa sama, tetapi desain gratis ini tak dilakukan yang lain. "Inilah yang jadi keunggulan kami." Soal harga, diakuinya relatif sangat murah. Dia bisa melayani harga antara Rp 1.500 dan Rp 12.000 per set. Biasanya penggarapan seminggu, tapi bisa pula dua minggu atau sebulan, bergantung pada jumlah pemesan. Sebulan, katanya, ada 45-50 pemesan, tapi bisa pula 70 pemesan terutama menjelang bulan-bulan saat orang banyak punya hajat mantu. "Ya terkadang sampai kewa-lahan melayani banyaknya pemesanan. Namun, yang penting faktor layanan tetap kami jaga agar para pemesan tidak dikecewakan," tambahnya. Soal penghasilan, baginya, tabu untuk dikemukakan. Yang jelas, bisa untuk kelangsungan usaha sekaligus membayar para karyawan, bahkan bisa memenuhi semua keinginan konsumen. "Saya lebih happy begini," kata dia didampingi Ririn Narulita, istrinya. (M Asmu'i Mudzakir-45c) |