logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 21 September 2002 Internasional  
Line

Presiden Kim Ingin ASEM Dukung ''Jalur Sutra Kereta Api''

SEOUL - Presiden Korea Selatan Kim Dae-jung mengatakan dalam forum KTT Asia-Eropa, Jumat kemarin, dia menginginkan adanya dukungan bagi ''Jalur Sutra Kereta Api'' yang akan menghubungkan Eropa dan Asia seperti yang diimpikannya.

Kim, yang Minggu lalu bertolak ke Denmark untuk membuka Pertemuan Asia-Eropa (ASEM), juga berharap pertemuan tersebut akan memajukan prakarsa damai Korea yang tengah dihidupkannya kembali.

Kim menurut rencana akan menyampaikan pidato pada pembukaan KTT ASEM yang berlangsung setiap dua tahun, yang kali ini akan berlangsung di Kopenhagen, pada 22-24 September.

''Saya akan meminta perhatian dan kerja sama dari negara-negara anggota ASEM untuk mewujudkan 'Jalur Sutra Kereta Api' yang akan menyatukan Erosia, dan pada saat yang sama, Korea Selatan dan Korea Utara minggu ini mulai bekerja untuk menghidupkan kembali jalur kereta api kami,'' kata Kim.

Pasukan Korsel dan Korut, yang terlibat dalam konflik sejak 1950-1953, Kamis, mulai membersihkan ranjau di sepanjang perbatasan Korea untuk menghubungkan kembali jalur transportasi kedua negara.

Di masa datang, jalur kereta api kedua negara itu akan menghubungkan mereka dengan Eropa melalui Cina atau Rusia yang disebut para pejabat Seoul sebagai Jalur Sutra Kereta Api. Salah satu jalur kereta itu dijadwalkan sudah selesai akhir tahun ini.

Sangat Membantu

''Saya berharap para pemimpin ASEM akan menyetujui suatu deklarasi yang ditujukan untuk menguatkan dukungan mereka terhadap 'Politik Sinar Matahari' kami untuk membangun hubungan damai dengan Korea Utara,'' lanjut Kim. ''Dukungan tersebut akan sangat membantu meningkatkan hubungan antar-Korea.''

Pemimpin Korsel tersebut akan mengadakan pertemuan terpisah di sela-sela pelaksanaan ASEM dengan PM Jepang Junichiro Koizumi, untuk membicarakan masalah Korut .

Koizumi dan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-il, Selasa lalu bertemu di Pyongyang. Pada kesempatan tersebut, keduanya sepakat akan meneruskan pembicaraan seputar normalisasi -langkah yang dipuji dan didukung Seoul.

Presiden Korsel juga dijadwalkan bertemu dengan sejumlah pemimpin Eropa di sela-sela ASEM.

Pertimbangkan Dialog

Dari Tokyo dilaporkan, Presiden AS George W Bush, seperti dikutip PM Jepang kemarin, mengatakan dia akan mempertimbangkan dengan serius kelanjutan dialog yang tertunda dengan Korea Utara.

PM Koizumi mengatakan, dia mengusulkan melalui telepon kepada Bush, Kamis malam waktu setempat, agar Bush melanjutkan dialog yang tertunda dengan Pyongyang.

Koizumi, yang merekam sebuah wawancara untuk ditayangkan di televisi Jepanghari Minggu, mengatakan Bush menjawab dia akan "dengan serius" mempertimbangkan usulan tersebut.

"Saya katakan di telepon pada Presiden Bush, saya telah berbicara dengan subjek dari poros kejahatan (dalam pembicaraan saya dengan Kim Jong-il), tapi pada saat yang sama, Presiden Bush juga harus membuka jalan untuk mengadakan dialog. Kemudian Presiden Bush mengatakan, dia akan mempertimbangkan hal ini dengan serius,'' kata Koizumi.

Koizumi menguraikan secara singkat pada Bush mengenai pertemuannya dengan pemimpin Korut itu. Dalam pertemuan itu, Kim berjanji akan memperpanjang uji coba rudal dan menghormati perjanjian yang berkaitan dengan program nuklir Pyongyang.

Bush selama ini mengaitkan Korut dengan Irak dan Iran sebagai ''poros kejahatan'', yang menurutnya mengancam dunia dengan senjata pemusnah massal. (rtr-ben-ant-46)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA