logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 21 September 2002 Internasional  
Line

Digagalkan, Upaya untuk Bom Musharraf

WASHINGTON - Wakil Menlu AS Richard Armitage kemarin mengatakan, dinas intelijen Pakistan berhasil menggagalkan suatu usaha pengeboman terhadap Presiden Pakistan Pervez Musharraf, meski pejabat-pejabat Pakistan semula menyangkal serangan semacam itu direncanakan.

Armitage, yang memberikan kesaksian pada suatu sidang gabungan komisi intelijen Senat dan DPR AS tentang aksi kamikaze 11 September, mengatakan, ''Dinas intelijen Presiden Musharraf menggagalkan suatu usaha pengeboman terhadapnya kemarin.''

Pernyataannya itu menyusul laporan di surat kabar Washington Post bahwa polisi dan para pejabat intelijen Pakistan telah menangkap seorang anggota kelompok garis keras yang berkomplot membunuh Musharraf.

Kamis pagi, Menteri Dalam Negeri Pakistan Moinuddin Haider menyangkal laporan media setempat bahwa milisi yang ditangkap Rabu lalu berencana menyerang Musharraf saat dia berada dalam suatu pameran senjata di Kota Karachi, Pakistan selatan.

Musharraf menghadiri pameran tersebut pada Senin malam dan Selasa lalu.

Haider mengatakan, milisi itu terlibat dalam suatu komplotan yang gagal membunuh Musharraf pada bulan April, serta dalam serangan bom mobil pada Konsulat AS di Karachi pada Juni lalu yang menewaskan 12 orang.

''Mereka terlibat dalam pengeboman Konsulat AS dan mereka sebelumnya berusaha - bukan hanya saat ini - menghilangkan nyawa Presiden,'' kata Haider pada wartawan.

Tak Ada Ancaman

Musharraf, yang berbicara di Islamabad, Kamis, setelah membuka konferensi dua hari mengenai perdamaian dan keamanan di Asia Selatan, juga menyangkal adanya rencana seperti itu.

''Tidak ada ancaman pada hidup saya. Tuhan maha besar. Dia menyelamatkan kita semua,'' katanya pada wartawan.

The Washington Post melaporkan, Sharib Ahmad (30) ditangkap di Karachi Selasa lalu bersama lima pria lain di sebuah rumah tidak lebih dari dua kilometer dari lokasi pameran senjata tersebut.

''Demi tujuan mereka satu-satunya untuk membunuh Presiden Musharraf, kelompok garis keras ini telah mengumpulkan 70 granat tangan, 40 granat yang didorong roket, sejumlah roket, dan bahan-bahan kimia untuk membuat bom di persembunyian mereka di Karachi,'' kata seorang pejabat kepolisian Karachi, kepada Washington Post.

Pakistan mengatakan Rabu lalu, negara itu telah ditangkap tujuh ''teroris yang paling diincar'' di Karachi, termasuk dalang aksi pengeboman yang menewaskan 11 insinyur kelautan Prancis dan tiga warga Pakistan di kota pelabuhan tersebut 8 Mei lalu.

Kamis lalu, Kamal Shah, kepala polisi Provinsi Sindh yang beribukota Karachi, menyebut nama orang yang dicurigai menjadi pemimpin gerombolan, yakni Sharib alias Asadullah, dan mengatakan dia menjadi dalang pengeboman Konsulat AS.(rtr-ben-46)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA