logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 21 September 2002 Ekonomi  
Line

Kredit Perbankan di Jateng Rp 20,5 Triliun

SEMARANG-Pergerakan sektor riil di Jateng mulai menunjukkan adanya pergerakkan. Setidaknya itu tercermin dari jumlah kredit yang disalurkan perbankan di Jateng. Hingga Agustus lalu total kredit yang dikucurkan bank umum swasta dan pemerintah mencapai Rp 20,5 triliun.

''Jika melihat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) akhir-akhir ini terus turun, yaitu dari sekitar 17% menjadi 13,5% diharapkan dapat mendorong perbankan lebih agresif lagi memberikan kredit,'' kata Pemimpin BI Semarang Bachri Ansyori di kantornya, kemarin.

Dia memaparkan, kredit yang disalurkan bank pemerintah mencapai Rp 14,7 triliun atau meningkat 21,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 12 triliun. Sedangkan yang disalurkan bank umum swasta mencapai Rp 5,8 triliun atau meningkat 20,8% dibanding periode yang sama tahun 2001 sebesar Rp 4,8 triliun.

''Dari jumlah kredit yang disalurkan tersebut, jumlah non -performing loans (NPL) akhir agustus lalu mencapai Rp 679 miliar atau 3,3 % dari total kredit,'' jelasnya.

Dari perkembangan data itu loan to deposit ratio (LDR) bank umum hingga Agustus mencapai 53,0%. Namun, kata dia, jumlah itu masih perlu ditingkatkan guna membantu pulihnya sektor riil serta meningkatkan perekonomian regional di wilayah ini.

Mendukung

Bachri menuturkan, peningkatan berbagai kebijakan perbankan nasional, seperti percepatan restrukturisasi kredit serta pemberian skim kredit kepada usaha kecil menengah dapat mendukung penyerapan kredit perbankan.

Karena itu, dalam upaya memulihkan fungsi intermediasi perbankan juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja bank umum maupun Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Jateng.

Disebutkan, pada akhir Agustus jumlah bank umum di Jateng sebanyak 39 bank dan BPR 582 bank. Total aset Bank Umum Pemerintah sebesar Rp 28,2 triliun atau meningkat 20,3% dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 23,5 triliun. Sedangkan bank umum swasta mencapai Rp 20,3 triliun atau meningkat 6,9% dibanding posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 19 triliun.

Sementara itu, jumlah dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun bank umum pemerintah mencapai Rp 19,6 triliun atau meningkat 6,0% dibanding posisi akhir Agustus 2001 sebesar Rp 18,5 triliun. Kemudian bank umum swasta mencapai Rp 19 triliun atau menigkat 5% dibanding posisi akhir Agustus 2001 sebesar Rp 18,1 triliun.

Lebih jauh dia mengatakan, pengalaman kurang menggembirakan masa lalu telah menyebabkan beberapa bank mengubah strategi pembiayaannya dari pangsa pasar korporasi beralih ke pasar ritel maupun induvidual (consumer banking). (G2-69)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA