logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 21 September 2002 Jawa Tengah  
Line

Korban Mobil Terbakar Tidak Tuntut Asuransi

PEMALANG- Musibah mobil Suzuki Futura terbakar yang menewaskan Hamim Wijaya (57) dan cucunya Much Azam (5), di Desa Majakerta, Watukumpul, Pemalang, meninggalkan kenangan pahit bagi keluarga korban. Pasalnya lokasi kejadian dekat dengan rumah dan belum hilang bekas-bekasnya hingga kini.

''Tetapi kami telah merelakan kepergian ayah untuk selama-lamanya. Kami juga tidak menuntut asuransi kecelakaan,'' kata anak korban Saefudin (26) mengenang kejadian itu, kemarin.

Dia mengaku melihat dengan mata kepala sendiri saat ayahnya dan keponakannya ikut hangus bersama kendaraannya. Seperti diberitakan (Suara Merdeka 17/9 dan 18/9) mobil terbakar karena radiator kering dan memercikkan api.

Pengemudi tak mampu lagi mengendalikan setir sehingga kendaraan terjerumus ke kiri jalan dan membentur pohon. Dua penumpang tewas dan hangus, sedangkan seorang lagi menderita luka bakar.

Menurut Saefudin, korban yang luka bakar adalah adiknya yakni Ibnu Fajar (18). Kini masih dirawat di Purbalingga, di rumah sakit yang paling dekat dari Watukumpul.

Kondisinya hingga kemarin belum bisa bicara banyak, sebab luka bakar pada bagian muka dan punggung masih dalam penyembuhan.

Baju Baru

Diceritakan, beberapa jam sebelum terjadi kecelakaan, Moch Azam minta dibelikan baju baru. Ketika kakeknya hendak ikut serta dalam mobil, ternyata hari itu Hamim dan Azam pergi untuk selamanya.

Rumah korban di Desa Majalangu, Kecamatan Watukumpul kemarin masih nampak menyiratkan kedukaan. Beberapa kerabat dan tetangga berdatangan untuk melaksanakan tahlilan selama tujuh hari.(sf-74)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA