
| Sabtu, 21 September 2002 | Jawa Tengah |
Warga Keluhkan Tersendatnya Aliran PDAMMAJENANG- Para pelanggan PDAM Majenang mengeluhkan tersendatnya aliran air bersih dari PDAM setempat. Pasalnya, aliran air yang diterima tidak lancar lagi. Kondisi itu berlangsung dalam beberapa bulan terakhir dan sangat terasa beberapa minggu terakhir. Akibatnya warga harus rela menunggu sampai air mengalir pada jam-jam tertentu. Beberapa tempat yang mengalami aliran air PDAM macet adalah Perumnas Mulyasari, sebagian daerah Cipancur, sepanjang jalan Ahmad Dahlan dan Sindangsari. Warga mengungkapkan, aliran air yang diterima tidak maksimal dan mengalir pada jam tertentu. Ny Jumiah warga Cipancur menjelaskan, air sampai ke rumahnya alirannya tersendat. Kadang keluar deras kadang hanya menetes. Setiap harinya ia harus menyiapkan tempat penampungan yang banyak saat air keluar. Kondisi yang parah terjadi di Perumnas Mulyasari, di mana sebagian warga yang mengandalkan air PDAM sudah terbiasa mengandalkan air yang digilir. Ny Yati warga Blok E menyatakan, sejak pertama ia menjadi pelanggan PDAM sudah terbiasa dengan pasokan air yang terbatas. Bahkan aliran ke Perumnas pernah mati, sehingga PDAM setiap hari menyuplai air. Pengurangan Kepala Cabang PDAM Majenang Sudiyono SE saat dikonfirmasi, tidak menepis kalau pasokan air mengalami pengurangan. Menurutnya, pada musim kemarau jumlah debit air di bak penampungan sumur dalam mengalami penurunan. Debit air yang mampu disedot sebelum didistribusikan ke pelanggan tinggal 19,25 liter per detik dari 9 pompa sumur yang berfungsi. Dalam kondisi normal, dari 12 pompa sumur mampu menghasilkan debit air 30 liter per detik. ''Air yang dipompa tidak langsung dialirkan ke pelanggan, tapi ditunggu dulu baru dialirkan. Ini yang membuat air mengalir agak lama sampai ke pelanggan seolah-olah ada sistem gilir,'' katanya. Kondisi ini ditambah kondisi sumber mata air sumur dari sungai bawah tanah tidak bisa mengalir. Karena daerah resapan air di wilayah pegunungan sekitar Majenang telah gundul. (yud-68) |