logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 21 September 2002 Jawa Tengah  
Line

Gapensi Cilacap Terapkan Sistem Gendongan

  • Jumlah Proyek Tidak Sebanding

CILACAP- Lelang proyek APBD Tahun 2002 di lingkungan Pemkab Cilacap sudah dilaksanakan sesuai aturan. Secara de facto, di belakang layar para rekanan masih menerapkan sistem gendongan. Artinya, dalam pelaksanaannya ada proyek yang dikerjakan bersama-sama lebih dari satu rekanan.

Sistem tersebut terpaksa diterapkan karena jumlah proyek tidak sebanding dengan jumlah rekanan. Buktinya, proyek fisik TA 2002 hanya sekitar 240 paket. Padahal jumlah rekanan di Cilacap, baik anggota Gapensi, Gapeknas, maupun Aspeksindo mencapai 800 lebih. ''Kalau tidak menggunakan sistem gendongan tentu banyak rekanan yang tidak mendapatkan proyek,'' kata Ketua BPC Gapensi Soemardiyono saat beraudiensi dengan DPRD kemarin.

Audiensi dipimpin Ketua DPRD, H Fran Lukman didampingi Wakil Ketua Drs H Soetoro Ronoseputro MM, H Thohirin Bahri BA, dan Ketua Komisi D Satijo Harjopitoyo. Dari eksekutif hadir, Kepala DPUK Drs H Budi SG Handoko MM dan Kepala Bappeda Drs H Soekirno MM.

Meskipun para rekanan menghadapi kenyataan seperti itu namun sampai saat ini kondisi rekanan di Cilacap tetap harmonis. Berbeda dengan daerah lain di mana antarsesama rekanan sudah saling ''membunuh''. Akibatnya, kualitas proyek jadi rendah. ''Gapensi Cilacap tidak ingin saling membunuh. Bila ada proyek kita ikut lelang bersama-sama. Seandainya harus gendongan, maka kita rembug bersama,'' ujarnya.

Sesuai Jadwal

Satijo Harjopitoyo mengatakan, dari hasil peninjauan di lapangan hampir semua proyek Tahun 2002 dapat dikerjakan sesuai jadwal. Kualitas pekerjaan mereka pun memenuhi standar. Bahkan sudah banyak yang selesai 100 persen.

''Dari segi waktu, di Cilacap tidak ada proyek yang terlambat. Padahal di kabupaten lain masih ada proyek yang belum dimulai, bahkan dilelang pun belum. Secara umum, mutu pekerjaan rekanan kita juga sudah memenuhi standar,'' katanya.

Kepala DPUK H Budi SG Handoko mengemukakan, rekanan sebaiknya jangan hanya mengejar proyek-proyek Pemkab yang dibiayai dana APBD II. Sebab, jumlah proyek Pemkab sangat terbatas. Para rekanan harus giat mencari proyek lain.

''Kalau hanya mengejar proyek Pemkab, bisa jadi nanti ada rekanan yang tidak dapat makan. Untuk itu, carilah proyek lain. Bila perlu cari proyek-proyek yang ada di daerah lain yang dibiayai dana APBD I,'' pintanya.

Ketua DPRD H Fran Lukman mengimbau Gapensi agar tetap menekuni usahanya. Kalau punya uang banyak, sebaiknya digunakan untuk modal usaha. Jangan menghambur-hamburkan uang untuk membiayai kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan profesi yang ditekuni.

''Jika usahanya dibidang jasa konstruksi, ya itu saja yang dikerjakan. Tidak perlu melakukan kegiatan-kegiatan lain yang tidak proporsional. Carilah proyek sebanyak-banyaknya, baik yang ada di Cilacap maupun di kabupaten lain,'' kata Fran. (ag-68)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA