
| Sabtu, 21 September 2002 | Jawa Tengah |
Pembunuh Belantik Sapi DiringkusWONOSOBO- Tersangka Ahmad Suherman (45) alias Slamet Kebo yang menjadi buron polisi selama sembilan bulan, akhirnya ditangkap petugas yang bekerja sama dengan Polwil Kedu, di wilayah Magelang. Slamet Kebo yang diduga kuat sebagai otak tindak kekerasan yang menewaskan belantik sapi Muzaini (36), Desa Sibendo Purwojati Kecamatan Kertek, kini ditahan di Polres Wonosobo. Tersangka Slamet Kebo yang telah empat kali menghuni Rutan, selain melakukan tindak kekerasan yang merenggut korban jiwa, diduga terlibat tindak kejahatan lain. Bahkan di wilayah hukum Polres Wonosobo, residivis ini melakukan 21 kali pencurian kendaraan bermotor. Kapolres Wonosobo melalui Kasatserse Iptu Suprayitno yang dihubungi wartawan, Rabu kemarin menjelaskan, dalam kasus tindak kekerasan yang menewaskan Ngabas, tersangka Slamet Kebo yang tinggal sedesa dengan korban mengaku tindakannya itu dilandasi rasa dendam. Slamet Kebo menyatakan, dia menaruh dendam pada keluarga korban belantik sapi itu, berkaitan dengan kekalahannya dalam pemilihan perangkat Desa Sibendo. Slamet Kebo yang waktu itu gagal menjadi perangkat desa merasa telah dihina oleh keluarga belantik sapi tersebut. Berkait dengan dendamnya itu, Slamet Kebo merencanakan untuk memberi pelajaran pada keluarga belantik sapi asal Desa Sibendo Purwojati tersebut. Ala Ninja Dia yang telah mempelajari aktivitas keluarga belantik itu, pada dini hari 7 Januari 2002 lalu mencegat tiga orang kakak beradik yang saat itu akan membeli/belanja sapi ke luar kota. Tersangka Slamet Kebo dan kawan-kawan menghalangi truk belantik sapi di jalan desa setempat dengan pura-pura mobil Panthernya macet. Saat itu, sopir truk Ngabas (40) didampingi adiknya Muzaini, turun dari truk untuk memberikan pertolongan. Tetapi tersangka Slamet Kebo dan kawan-kawan yang mengenakan tutup wajah ala ninja, langsung mengeroyok dan membacok kakak beradik itu dengan senjata tajam. Adapun Musyafak (37), yang saat itu masih berada di kabin truk menyaksikan kakak dan adiknya dikeroyok penjahat bersenjata tajam segera melarikan diri minta pertolongan penduduk setempat. Dalam peristiwa berdarah itu, korban Muzaini meninggal dunia setelah tiba di RS Islam Wonosobo. (P55-74) |