
| Sabtu, 21 September 2002 | Jawa Tengah |
Rp 40 Juta di Bawah Jok DisikatPURWOREJO - Aksi perampasan terhadap nasabah bank merambah Purworejo. Kejadian itu setidaknya menimpa Laila Amin Suhada (44), warga Desa Bener RT 1, RW 2, Kepil, Wonosobo. Uang tunai Rp 40 juta yang disimpan di bawah tempat duduk pengemudi disikat orang. Uang itu sebelumnya diambil dari Bank BNI Purworejo. Namun karena ada keperluan, dia berhenti di depan sebuah toko sebelum akhirnya uangnya raib. Menurut korban, Kamis lalu dia bersama beberapa ibu-ibu mengendarai Toyota Kijang hijau metalik AA-7726-B untuk menengok orang sakit di RS PKU Muhammadiyah Purworejo. Setelah itu, korban yang juga penyalur kaleng kemasan gondorukem dan jadi rekanan PT Perhutani KPH Kedu Selatan itu mampir ke Kantor Perhutani dengan tujuan meminta pembayaran. Dari instansi itu dia mengantongi cek senilai Rp 40 juta. Lalu dia menurunkan seluruh penumpang untuk berbelanja ke Pasar Baledono. Guna mencairkan cek, korban lantas menuju kantor Bank BNI di Jl A Yani. Dengan dikemudikan sendiri, korban menuju toko onderdil Sekawan Motor di Jl Urip Sumoharjo, Purworejo. "Karena tokonya ramai, saya tidak segera turun. Pada saat itu saya melihat ada orang mengintip mobil saya melalui kaca jendela," tutur korban kepada petugas. Kendati demikian, dia tidak curiga. Niatnya untuk membeli onderdil tetap dilaksanakan. Dia pun turun dari mobil dan berjalan menuju toko tersebut. Tetapi karena padat pembeli akhirnya dia urungkan untuk berbelanja. Korban pun berusaha kembali ke arah mobilnya yang diparkir tak jauh dari toko tersebut. Pada saat itu, menurut pengakuan korban, dia melihat ada laki-laki tak dikenal yang berusaha membuka pintu mobil. Dengan gerak cepat pelaku menyambar tas berisi uang yang semula disimpan di bawah jok. Lalu penjahat itu meloncat ke kendaraan yang sudah dipersiapkan bersama temannya lalu kabur. Ketika ditanya polisi korban tidak bisa mengingat identitas pelaku. Dia hanya mengenali pengambil uang mengenakan baju cokelat. Pelaku menggunakan kendaraan jenis bebek yang tidak jelas nomornya. Yang agak lucu dari kejadian itu, teriakan korban yang hanya "he...he...he...he" oleh beberapa orang di sekitar tempat kejadian dikira sedang memanggil temannya. Kasat Serse AKP Adhy Fandy Aryanto SH belum bersedia menerangkan secara rinci kejadian tersebut. "Itu bukan penjambretan. Tapi untuk jelasnya nanti saja karena korbannya masih dimintai keterangan," katanya. (yon-56) |