
| Sabtu, 21 September 2002 | Jawa Tengah |
"Bedak" PKL Ditawarkan Rp 200.000 hingga Rp 300.000BLORA - Sebagai tindak lanjut pemindahan PKL Pasar Induk Blora ke lokasi bekas terminal, Kepala Dipenda Blora Heru Sutopo SH kemarin ke lapangan untuk memantau perkembangan. Dia menemukan indikasi, beberapa lokasi untuk jualan ("bedak") di tempat baru itu ditawarkan oleh pemiliknya dengan harga Rp 200.000 hingga Rp 300.000. "Memang belum sempat ada yang terjual, baru pada taraf ditawarkan. Ini jelas tidak diperbolehkan, kalau memang sudah membuat tempat yang harus ditempati. Kalaupun akan digantikan kepada orang lain, silakan kalau hanya meminta sekadar ganti kayu," jelasnya kepada Suara Merdeka, kemarin. Menurut Heru yang pernah menjabat sebagai Kabag Lingkungan Hidup Setda Blora itu, memang sewaktu proses pemindahan PKL ke lokasi baru ada dua kelompok yang "berebut" tempat. Kelompok pertama adalah PKL yang semula mangkal di seputar Pasar Induk, sedangkan kelompok kedua orang-orang di luar PKL yang diperkirakan jumlahnya 16 orang. "Kelompok kedua ini yang diindikasikan berusaha menawarkan tempat yang diperoleh kepada pihak lain. Sekali lagi, kalau memang tempat yang baru diperoleh itu tidak ditempati dan digantikan orang lain, jangan sampai ada kesan menjual. Kalau sampai dijual, hal itu jelas tidak betul," tandas Heru. Peminat Baru Lebih lanjut mengungkapkan, jumlah PKL yang menempati bekas terminal tercatat 324 orang. Dalam perkembangannya ternyata banyak peminat baru yang mendaftar dan saat ini tengah menunggu jawaban. Jumlahnya ada 37 orang. Untuk itu Dipenda mengimbau para pedagang yang sudah mempunyai tempat, supaya mereka segera menggunakan tempat untuk menjual dagangan. Sebab, kalau memang tidak ditempati yang antre menunggu jawaban masih banyak. Apakah Pemkab sudah akan mengenakan retribusi kepada para PKL tersebut? Dikatakan, sampai saat ini belum. Justru, tambah Heru, kalau nanti sudah tertata segera dibentuk organisasi di antara para pedagang tersebut. (ud-58k) |