logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 21 September 2002 Jawa Tengah  
Line

Perselingkuhan Bukan Mutlak Kesalahan Suami

"BU, sudah dengar? Pak itu lo...katanya punya WIL," bisik si wanita berseragam PKK kepada teman dekatnya sambil melirik ke arah ibu-ibu yang lain.

"Hah, yang betul. Dari mana kabar itu?" "Benar, kemarin sudah masuk koran."

Dialog singkat di atas terjadi hampir di setiap ada kegiatan kumpulan ibu-ibu PKK. Dengan cara bisik-bisik (bicara pelan), mereka bercerita tentang kasus perselingkuhan yang diduga melibatkan dua pejabat terpandang di daerahnya.

Terungkapnya kasus itu ternyata membawa dampak yang luar biasa. Buktinya, banyak ibu yang resah, karena takut suaminya terlibat kasus yang sama. Dari situ bisa mempengaruhi kebahagiaan rumah tangga. Sebagai istri, tak jarang merasa was-was, sehingga bertindak tegas dengan cara "memingit" suami.

Ini mungkin bulan buruk bagi pasangan berselingkuh. Sekarang, bagaimana sikap istri dalam menjaga keutuhan rumah tangganya? Berikut petikan wawancara Suara Merdeka dengan istri Bupati H Hendarsono, Ny Hj Tuti Hendarsono.

Sekarang banyak suami-istri yang selingkuh.Pendapat Ibu?

Disebut suami istri, karena sudah terikat dalam suatu perkawinan. Dengan demikian mereka harus bisa menjaga keutuhan rumah tangganya. Bila salah satu di antara mereka ada yang berselingkuh, itu merupakan pelanggaran. Karena di dalam aturan pemerintah maupun agama perbuatan selingkuh dilarang.

Kenyataannya masih ada yang selingkuh. Gejala apa ini?

Selingkuh itu sama halnya dengan perbuatan maksiat. Orang yang hidup pada zaman kerajaan pun sudah kenal dengan nama itu. Cuma bedanya, sekarang informasi lebih terbuka, sehingga kalau ada orang yang berbuat salah akan cepat diketahui oleh banyak orang.

Tentang perselingkuhan melibatkan pejabat?

Wah, yang berbuat seperti itu hanya segelintir orang. Belum menjadi gunung es, karena masih banyak pejabat yang baik.

Apa penyebab perselingkuhan?

Kalau boleh ngomong, orang berbuat selingkuh itu dipengaruhi banyak hal. Misalnya pengaruh alam, pengaruh bacaan atau media cetak yang cenderung vulgar, pengaruh lingkungan, dan sebagainya.

Cuma itu?

Bagi lelaki yang tidak bisa mengelola keuangan akan mudah terombang-ambing dengan arus globalisasi. Kalau itu yang terjadi mereka akan mudah tergoda dengan hal-hal kemaksiatan.

Bagaimana sikap seorang istri?

Sebagai istri harus mawas diri. Jangan terburu-buru menyalahkan suami. Bila suami keluar malam jangan dituduh yang bukan-bukan. Semua harus dibicarakan secara baik-baik. Itulah perlunya komunikasi keluarga.

Salahkah suami berselingkuh?

Secara umum jelas salah. Cuma yang perlu ditelusuri, mengapa suami berbuat serong? Mungkin istri kurang bisa menempatkan diri, sehingga suami tidak betah tinggal di rumah. Jadi kesimpulannya perselingkuhan itu bukan mutlak kesalahan suami.(Djamal A Garhan-58)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA