logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 21 September 2002 Jawa Tengah  
Line

''Lapangan Bola Bisa Dibangun Tanpa Tukar Guling Bengkok''

PEKALONGAN - Tiga anggota DPRD Kota Pekalongan Dr Basyir Ahmad, Chudzil Chos dan Gufron Faza akan berjuang keras agar keinginan masyarakat Pabean membangun lapangan sepakbola dapat terwujud tanpa harus melalui tukar guling bengkok dengan pengembang.

''Masak, ingin lapangan bola saja harus mengorbankan tanah bengkok kepada pengembang. Apalagi tanah penggantinya terpencar, terdiri atas 35 bidang dan sebagian besar berada di Kabupaten Pekalongan,'' kata Basyir didampingi Chudzil Chos dan Gufron Faza dalam pertemuan dengan warga Pabean di rumahnya, Kamis malam lalu.

Sebagai anggota DPRD, dia berupaya mencarikan jalan keluar pembuatan lapangan bola. ''Kan bisa membuat lapangan dengan menggunakan tanah bengkok. Dana pengurukan dan pembangunannya bisa minta bantuan Pemkot. Untuk bantuan dana itu saya bertiga akan memperjuangkan,'' katanya.

Namun, ketika warga meminta janji itu ditulis di atas kertas, sehingga dapat disampaikan kepada warga lain agar mengerti, anggota dari FPG itu tidak mau memberikan janji tertulis. ''Pokoknya percayalah pada saya, dan saya akan benar-benar memperjuangkannya,'' tandasnya.

Mengingat kenyataan dari puluhan warga Pabean yang hadir malam itu tidak satu pun yang menyetujui tukar guling, dia akan berjuang keras ke DPRD untuk menolak tukar guling tanah bengkok itu. Adapun biaya pembangunan lapangan akan diperjuangkan di DPRD agar dapat cair pada awal tahun 2003.

Belum Keputusan

Menurut dia, keputusan Panmus DPRD beberapa waktu lalu belum menolak atau menerima tukar guling. DPRD hanya mengembalikan usulan Wali Kota karena beberapa alasan, seperti tanah pengganti berada di luar kota dan terdiri atas 35 bidang. Kemudian, akibat dari pendirian perumahan elite yang diperkirakan akan merugikan desa Pabean itu sendiri.

Selain itu, Dewan juga meminta eksekutif menyosialisasikan dan memberikan pengertian tentang tukar guling secara detail. Dengan sosialisasi itu, masyarakatnya akan mengerti akibat positif dan negatif dari tukar guling. ''Hasil sosialisasi masyarakat mau menerima tukar guling dengan segala akibatnya atau menolak, akan memudahkan DPRD untuk menentukan sikap. Dengan demikian keputusan yang dilakukan DPRD nanti tidak menjadi beban lagi,'' katanya.

Chudzil Chos menambahkan, untuk memperoleh persetujuan atau penolakan tukar guling sebaiknya masyarakat Pabean kembali melakukan musyawarah/rembuk desa lebih dulu, sehingga keputusannya benar-benar objektif. (A15-17k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA