logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 21 September 2002 Jawa Tengah  
Line

Menjawab Bursa Kerja sampai ke LN

MEMILIH lembaga pendidikan yang mampu memberikan harapan masa depan, tidaklah mudah. Apalagi yang dapat segera menyalurkan peserta didik ke dunia pekerjaan.

Maka, jangan heran jika sering ada cerita soal penumpukan penganggur, kendati mereka telah mengantongi sertifikat keahlian karena telah mengikuti pendidikan singkat di berbagai lembaga.

Namun di tengah-tengah persoalan itu, diam-diam masih ada harapan untuk mengatasinya. Itu seperti yang dijanjikan Pendidikan Ahli Teknik 1 Tahun Institut Pengembangan Kewirausahaan dan Kejujuran Indonesia (PAT-IPKKI) Kota Tegal.

Menurut Drs Purnomo, direktur lembaga pendidikan tersebut, banyak lulusannya terserap di berbagai bursa kerja, baik di dalam maupun luar negeri.

Bahkan hampir setiap tahun lembaganya mengirimkan lulusan ke Jepang, Korea Selatan, Malaysia, dan Singapura. Di kota jasa dan industri besar di Asia itu, kata dia, mereka lolos dalam tes seleksi kerja.

Bahkan terhadap 126 siswa lembaga pendidikan itu, yang Sabtu (21/9) ini diwisuda di Gedung Nusa Bahari Jl Kapten Sudibyo dan merupakan wisudawan Angkatan V, 11 di antaranya sudah siap dikirim ke Jepang, 7 siswa siap bekerja di Malaysia, dan 75 lagi bekerja di berbagai perusahaan di dalam negeri.

Pada umumnya alumni lembaga pendidikannya kalau tidak tertampung di bursa kerja luar negeri dan dalam negeri sudah dapat membuka lapangan pekerjaan sendiri.

Langsung Kerja

Untuk tahun akademik 2002/2003, lembaga pendidikan tersebut menampung 127 siswa. Mereka menekuni bidang keahlian Teknik Mesin Otomotif (90 siswa) dan sisanya, 37 orang, masuk jurusan Teknik Mesin Industri.

Dua bidang keahlian yang dikembangkan lembaga pendidikan itu banyak diincar dunia kerja. Baik di dalam maupun di luar negeri. Tak mengherankan, begitu selesai mengenyam pendidikan satu tahun, banyak yang langsung bekerja.

Konsekuensi dari kenyataan itu, lembaga pendidikan yang berdiri 15 September 1998 tersebut tentu akan menghadapi persaingan yang makin keras. Karena itu, pengelola giat meningkatkan jumlah peralatan praktik dan laboratorium kerja.

Selama ini teori dan praktik dikembangkan di kampus Jl Sultan Agung 4 Kota Tegal. Kampus lain yang digunakan untuk pendidikan teori adalah kampus pusat Jl Gadjah Mada-Kauman Utara 3 Kota Tegal.

Untuk instruktur, telah direkrut tenaga-tenaga ahli dari sejumlah perusahaan ternama, juga para praktisi yang sudah teruji. (Riyono Toepra-17c)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA