| INDEKS BERITA HARI INI | Selasa, 17 September 2002 |
Dialog Tali Asih Petambak Mengambang
SEMARANG TIMUR- Dialog antara petambak dengan proyek normalisasi Banjirkanal Timur di Kantor Kelurahan Kemijen kemarin, masih mengambang. Petambak tetap minta tali asih untuk mengganti lahan garapan mereka yang terkena proyek. |
Pemakaian Mobil Dinas Harus Ditertibkan
|
|
Limbah Tensindo Terbakar, Warga Mengungsi
|
Ribuan Batang Kayu Jati Ilegal Disita
SEMARANG BARAT- Operasi Wanalaga yang digelar Poltabes selama beberapa hari terakhir berhasil menyita ribuan batang kayu jati ilegal. Dua tersangka yang terlibat jual beli kayu tanpa dokumen sah itu diamankan polisi. Mereka adalah H Achim Abdulrochim (52) warga Jalan Puspalubis Kuningan, Jawa Barat, Sulferi (40) warga Jalan Mintojiwo Timur 33, Semarang. |
|
|
Keuangan PDAM Perlu Diperiksa Akuntan Publik
BALAI KOTA- Perhitungan kenaikan tarif PDAM masih terus menjadi pembicaraan. Karena itu, anggota Komisi D DPRD Kota Ir Bambang Suprayogie meminta keuangan PDAM diperiksa akuntan publik. Pemeriksaan ini nanti juga menyangkut perhitungan tarif PDAM. ''Namun akuntan publik tersebut harus benar-benar independen,'' kata dia Senin (16/9). |
Malam Ini Pencabutan Sanksi Hamas Diparipurnakan
BALAI KOTA- Akhirnya pemimpin DPRD dan fraksi membahas permohonan pencabutan SK DPRD Nomor 4 Tahun 2002 mengenai pemberian peringatan ke Wakil Ketua DPRD Hamas Ghanny. Malam ini (17/9) permohonan itu dibahas dalam rapat paripurna tertutup. |
|
Nama Saksi Hanya Dipinjam
SEMARANG- Saksi Yunawati, kakak kandung terdakwa Hadiyanto Wibowo SE (36), mantan Pemimpin Cabang Bank Arta Niaga Kencana (ANK) Semarang, mengaku tak menikmati uang sepeser pun. Meski, namanya dipakai sang adik untuk mencairkan dana ratusan juta rupiah di bank itu. |
Pembobol Rumah Kosong Ditembak
|
|
|
Habis Ngamar di GBL, Dianiaya
SEMARANG- Nasib naas menimpa Dikin bin Tarmeja warga Kabupaten Banyumas. Sesudah ngamar dengan salah satu PSK di lokalisasi Gambilangu Mangkang Kulon Semarang, dia menjadi korban penganiayaan dua orang tak dikenal. Belakangan pelaku tindak kekerasan itu diketahui bernama Slamet Riyadi bin Sakijan (37) dan Sulis Paulina Maulana bin Suharto (25). |
618 Orang Mati Sia-sia di Jalan Raya
SEMARANG - Angka kecelakaan lalu lintas dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Di Jawa Tengah, misalnya, sejak Januari-Agustus 2002 tercatat 975 kejadian yang menelan korban 618 jiwa, 433 terluka parah, dan 889 terluka ringan. |
|
|
Keakraban di Malam Inaugurasi
|
SMU Masehi 1 Juara Festival Band
SEMARANG - SMU Masehi 1 PSAK Jl Brotojoyo V Tanahmas Semarang baru-baru ini kembali maraih juara I Festival Band SMU/SMK Se-Kota Semarang. ''Sekolah kami bahkan mendominasi festival sekaligus meraih The Best Gitaris atas nama Tyas dan juara umum,'' kata Kepala Sekolah, Drs Palwo Aji. |
|
Pedagang Pasaraya I Mengaku Kena Pungutan
SALATIGA-Penempatan kembali pedagang ke Pasaraya I diduga disertai pungutan antara Rp 10.000 dan Rp 250.000. Pungutan Rp 10.000 diperuntukkan bagi pemasangan lampu satu titik (satu bohlam), sedangkan Rp 250.000 untuk pemasangan saluran air bersih dari PDAM. |
Soal KUT, Ketua Poktan Dilaporkan ke Polisi
DEMAK-Karena diduga memalsu tanda tangan pencairan dana KUT tahun 1999, Md, ketua kelompok tani Sumber Jaya I Desa Sukodono, Bonang, dilaporkan ke polisi oleh petani korbannya, Suyono (53), warga satu desa, Senin (16/9). Akibat perbuatan Md, para petani merugi sekitar Rp 73.511.000. |
|
|
"PP Nginthil Bukan Keinginan Saya"
SALATIGA- Wali Kota Salatiga H Totok Mintarto membantah kecaman Wakil Ketua DPRD M Haris SH bahwa Satpol Pamong Praja (PP) lebih banyak nginthil dia daripada menjaga ketertiban kota. Mengawal ke mana Wali Kota pergi memang salah satu tugas pokok Satpol. |
RSU Purwodadi Raih Pendapatan Rp 9,8 M
GROBOGAN - Menteri Kesehatan (Menkes) Sujudi akhirnya menyetujui RSUD Purwodadi Grobogan dinaikkan kelasnya dari Tipe C menjadi Tipe B. Hanya September-Oktober ini, rumah sakit Pemkab itu diharuskan segera menyusun susunan organisasi tata kerja (SOTK) sesuai undang-undang otonomi daerah 22/1999. |
|
Dewan Kirim Tim ke Jakarta
KENDAL-DPRD Kendal akhirnya sepakat membentuk tim untuk menemui Mendagri di Jakarta, menyusul surat Gubernur kepada menteri yang berkesan salah persepsi dalam menanggapi soal pelengseran Wakil Bupati. |
''Terpaksa Menyaring Air dengan Sarung''
|
|