| INDEKS BERITA HARI INI | Selasa, 17 September 2002 |
|
TAJUK RENCANA : Mengapa Rakyat Selalu Jadi Korban? -Hari-hari belakangan ini, wacana yang berkembang di kalangan masyarakat adalah membanjirnya gula impor di pasaran dalam negeri. Berbagai usulan untuk mengatasinya pun ikut-ikutan membanjir, salah satunya usulan tentang kenaikan bea masuk impor. Usulan itu melihat bahwa dengan dinaikkannya bea masuk, secara otomatis gula impor akan berkurang. |
TAJUK RENCANA : Soal Tembakau, Iklim Baik Membawa Malapetaka - Kemarau panjang yang betul-betul kering seperti sekarang biasanya membawa berkah bagi petani tembakau. Daun pahit itu bisa mencapai kualitas terbaik. Harganya pun dapat selangit. Sangat menguntungkan petani. Bertahun-tahun hal itu dialami petani di daerah-daerah sentra tembakau. |
|
|
KARANGAN KHAS : (Catatan untuk Tulisan Muchammad Yulianto) KAHMI Bubar atau sebagai Paguyuban Oleh: Mohammad Nasih DALAM artikel "Menyoal Eksistensi dan Peran KAHMI" (Suara Merdeka, Sabtu 14 September 2002), Bang Yul (panggilan akrab saya kepada Muchammad Yulianto) mengupas tentang peran-peran yang selama ini dimainkan Korps Alumni Himpunan Mahasiwa Islam (KAHMI). |
KARANGAN KHAS : Sistem Perekrutan Anggota Polri Oleh: Saratri Wilonoyudho KASUS kebrutalan Bripka Alex Suwondo yang menembak mati tiga orang dan kemudian dia sendiri juga bunuh diri, menarik untuk dicermati lebih lanjut. Peristiwa ini mestinya makin membukakan mata para petinggi di jajaran kepolisian untuk: pertama, menengok kembali sistem pembinaan dan pemantauan
|
|
|
SURAT PEMBACA Terima Kasih RS Panti Wilasa Surat ini merupakan ungkapan terima kasih kepada RS Panti Wilasa Citarum Semarang, khususnya kepada dr Budi Palarto SPOG, dr Listyorini, dr Susetyo SPA, bidan, suster perawat. Di RS ini pelayanannya baik sekali, tindakan medis yang cepat, perhatian rutin adalah hal yang biasa kami temui selama 5 hari istri saya dirawat di R Bougenvil setelah melahirkan. |
||