logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 17 September 2002 Surat Pembaca  
Line

Terima Kasih RS Panti Wilasa

Surat ini merupakan ungkapan terima kasih kepada RS Panti Wilasa Citarum Semarang, khususnya kepada dr Budi Palarto SPOG, dr Listyorini, dr Susetyo SPA, bidan, suster perawat.

Di RS ini pelayanannya baik sekali, tindakan medis yang cepat, perhatian rutin adalah hal yang biasa kami temui selama 5 hari istri saya dirawat di R Bougenvil setelah melahirkan.

Harapan kami semoga tetap mempertahankan pelayanannya dan jadilah selalu yang terdepan untuk kepuasan pasien.

Sunarto/Ana Yuliastanti
Jl Walugunung I/II No 137 Krapyak Semarang

***

RS Telogorejo

Beberapa waktu lalu sekitar pukul 11.00 saya menjenguk teman yang terkena serangan jantung di ruang ICU RS Telogorejo Semarang. Betapa kaget ketika keluar sepatu baru saya sudah hilang.

Dengan perasaan kecewa saya terpaksa pulang hanya dengan memakai kaos kaki sampai ke tempat parkir. Bagaimana ini RS Telogorejo. Walaupun terlihat sepele, hanya sepasang sepatu tetapi dari hal yang kecil bisa dinilai sistem keamanannya.

Mohon pihak RS lebih memperhatikan, karena mungkin bukan hanya saya saja yang mengalami kejadian tersebut.

Budi Darmawan
Tumpang Raya 12 Semarang

***

Bangunlah Indonesia

Indonesia adalah negara yang terkenal dengan kekayaan alamnya. Tidak mengherankan jika berbagai sebutan indah disandang seperti gemah ripah loh jinawi, Indonesia zamrud khatulistiwa dan lain sebagainya.

Namun ironis, masyarakat Indonesia pada umumnya terpuruk terlanda krisis multidimensi. Indonesia termasuk kelompok negara miskin dengan peringkat GNP perkapita hanya terpaut sedikit di atas Zimbabwe, sebuah negara miskin di Afrika.

Utangnya kita membengkak terus. Tidak habis pikir mengapa bisa terjadi dan dari mana utang besar itu terbayar. Mengapa negara yang dinyatakan kaya raya penduduknya miskin.

Pemerintah tampaknya kurang optimal menjalankan tugasnya. Solusi sering meleset, bahkan tidak jarang menimbulkan problem baru. Contohnya ketika berusaha memulihkan perbankan, anggaran diambilkan dari APBN.

Menutup kekurangan dana dengan utang kepada IMF, pencabutan subsidi pun tak terelakkan dan rakyat kembali menderita. Karenanya, kembali pada nilai-nilai religius bisa jadi merupakan pemecahan.

Selama ini kebijakan diambil bukan dari landasan keagamaan dan terbukti tidak satu persoalan pun bisa tuntas. Agaknya, perlu realisasi bahwa negara berdasarkan Ketuhanan YME, bukan sekadar tertulis dalam UUD. Indonesiaku, bangunlah dari keterpurukanmu.

Rochgati
Mahasiswa Undip Semarang

***

Asuransi Ingkar Janji

Keluarga kami terutama tante merasa diingkari janji oleh petugas Asuransi Lippo Semarang. Petugas beralamat Jl Hasanudin tersebut berjanji akan memberi beberapa jasa termasuk premi asuransi kecelakaan dan kematian (jiwa).

Tanpa membaca polis, tante saya percaya dan premi dibayar sebanyak 5 kali. Ketika terjadi kecelakaan yang menyebabkan kaki kiri patah dan harus dioperasi, klaim pun diajukan. Tapi klaim ditolak dengan alasan asuransi hanya bisa diberikan untuk kematian (jiwa).

Betapa kecewa tante saya dan merasa dirugikan. Untuk itu keluarga klien mengharap pertanggungjawaban petugas yang bersangkutan. Kepada masyarakat untuk berhati-hati jika akan mendaftarkan diri sebagai nasabah asuransi.

Aris Kustian
Jl Sriwijaya Barat 64 A Semarang

***

Harga Obat Askes Berstandar Ganda

Sudah menjadi peserta Askes, kok masih harus menambah biaya operasi kecil (tonsil) sebesar Rp 635 ribu. Alasannya ada obat seharga Rp 364.100 yang tidak ditanggung oleh Askes (dapat dicek RSU Purworejo).

Ambil contoh, empat PNS golongan III masing-masing dirawat pada kelas II, I, Utama dan VIP. Untuk operasi sama dan jumlah hari sama, maka masing-masing akan membayar biaya tambahan dengan perbedaan yang mencolok.

Untuk jenis obat dan dosis yang sama seharusnya harga pun juga sama (standar untuk operasi), tidak berbeda seperti yang terjadi di RSU Purworejo. Tetapi kalau untuk sewa kamar setiap peserta Askes sudah tahu memang berbeda. Hanya yang masih tanda tanya, harga obat yang tidak ditanggung Askes. Mohon tanggapannya.

Sudarto
Grogol Penatus Rt 3/Rw 2 Petanahan Kebumen

***

Di Mana Alamat Wibowo yang Benar

Dalam Surat Pembaca Bp Rahmadi dari Palembang beberapa waktu lalu tertulis istrinya hamil, berkat Suara Merdeka. Artikel tersebut ditulis Bp Wibowo SE PO Box 627 Sms Semarang.

Saya tertegun mengingat saudara saya menikah lama, tapi belum diberi momongan. Dia sudah berobat ke mana-mana tapi belum berhasil. Saya ingin minta tolong metode yang dipakai.

Saya pernah menulis surat pada Bp Rahmadi Jln Batucadas Blok I/1, Kecamatan Sako Palembang 30164. Pertama surat melalui kilat khusus, setelah 2 minggu surat kembali.

Saya tidak putus asa, tulis lagi dan surat kembali lagi, dengan catatan nama penerima tidak dikenal. Mengirim surat ke Bp Wibowo juga tidak ada jawaban. Jadi di mana alamat yang sebenarnya kedua beliau tersebut.

Ny Kristina
Jln Mayor Kaslam 21 Wonosobo

***

Keluhkan PLN

Pengelolaan energi listrik oleh PT PLN sangat merugikan masyarakat kecil. Bayangkan, masyarakat tidak dapat menentukan pilihan kapasitas daya listrik sesuai kebutuhannya, semua ditentukan PT PLN.

Buktinya energi listrik dengan daya 450 VA sudah sulit diperoleh, hingga masyarakat terpaksa memilih pasang dengan daya 900 VA. Bahkan kini yang berdaya 900 VA pun sulit didapatkan hingga terpaksa lagi memasang listrik dengan daya 1300 VA.

Kalau dikaji maka kita akan tahu betapa masyarakat kecil dirugikan. Pantaslah mereka mengeluh karena ma sing-masing daya mempunyai selisih yang sangat tinggi, baik tarif pemasangan, beban maupun pemakaian per Kwh.

Manajemen PT PLN lebih mementingkan keuntungan semata tanpa mempedulikan kesejahteraan rakyat. Kita mesti bertanya mengapa meeka gegitu, padahal sebagai bagian dari BUMN, tujuan akhirnya untuk kesejahteraan rak yat.

Kami masyarakat kecil tidak dapat berbuat apa-apa selain berharap ada orang atau pejabat yang berwenang menyelesaikan masalah ini.

Malian Zaman
Kp Bugisan Panjang Wetan Pelongan


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA