logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 16 September 2002 Sala  
Line

12.000 SST di Distel Surakarta Belum Terjual

SOLO-Di Kantor Distrik Telekomunikasi (Distel) Surakarta saat ini ada 12.000 satuan sambungan telepon (SST) yang tersebar di wilayah Subosukowonosraten (Surakarta) dan Cepu yang belum laku. Sementara itu di kantor itu menunggu 25.000 calon pelanggan yang sudah masuk daftar perencanaan jaringan untuk dilayani.

Hal itu diungkapkan Kepala Distel Surakarta Ir Zaenal Abidin MM yang didampingi staf Osma Suryana dan Adi Cahyono, Senin (16/9). ''Sambungan sebanyak itu merupakan sisa hasil pembangunan jaringan 1996-1997,'' ujar dia.

Ada sambungan yang belum laku lengkap dengan nomor, ada pula yang baru berupa jaringan atau satuan sambungan kabel. ''Yang belum laku berada di daerah yang sudah jenuh pemakaian atau animo rendah. Namun ada juga jaringan kabel yang jauh dari permukiman.''

Yang belum laku berada di kawasan Gladag 2.400 sambungan, Kerten 2.900, Palur 184, Kartosura 199, Solo Baru 1.400, Bekonang 530, dan Mojosongo 1.700.

''Saat ini pelanggan aktif di Distel Surakarta sekitar 133.000, khusus Solo 107.000. Yang 'tidur' (pulsa nol) sekitar 3.000 pelanggan.''

Dia menuturkan jaringan yang belum laku memang tak mungkin dipindahkan ke wilayah ramai yang membutuhkan. Sebab, butuh investasi baru, termasuk bongkar dan gali tanah untuk menanam jaringan kabel.

Menghadapi Hari Bakti Pos dan Telekomunikasi tahun ini, Zaenal menyebutkan akan meningkatkan pelayanan ke pelanggan dan masyarakat umumnya. Berbagai kegiatan akan mereka gelar. Antara lain bakti sosial berupa pembagian pakaian pantas pakai serta jalan sehat melibatkan para pengemudi becak.

''Jalan sehat berangkat dari kantor Jalan Mayor Kusmanto ke Taman Jurug. Di sana ada pembagian hadiah, pulang naik becak bersama-sama.'' (sri-73g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA