logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 16 September 2002 Sala  
Line

Tujuh Waduk Kering Kerontang

  • Ribuan Hektare Padi Terancam Puso
MENGERING: Dasar Waduk Botok mengering dan ditumbuhi rumput. Air menyusut drastis sejak awal Agustus lalu. (Foto:Suara Merdeka/nin-17g)

SRAGEN - Ribuan hektare padi di Sragen terancam puso. Sebab, tujuh waduk besar, yakni Gebyar, Botok, Kembangan, Ketro, Gembong, Blimbing, dan Brambang, mengering. Padahal, ribuan hektare sawah di seputar waduk masih membutuhkan air irigasi. Petani bergotong-royong meminjamkan mesin pompa untuk dipakai di lahan yang terancam kekeringan.

''Untuk mencegah padi puso, petani meminjam pompa penyedot air,'' tutur Mulyono, petani Desa Mojokerto, Kecamatan Kedawung, kemarin.

Kasubdin Pengairan Ir Supadi CES menyatakan sejumlah waduk besar itu mengering bukan karena kesalahan petugas pengelola air.

Sebab, sesuai dengan jatah waduk-waduk besar itu bakal kehabisan cadangan air sampai pertengahan Agustus. ''Jadi jatahnya memang sudah habis sejak Agustus lalu,'' tutur dia.

Dia menuturkan jika saat ini ada padi berbulir namun kekurangan air, karena petani keliru memperkirakan cadangan air.

Petani nekat menentukan pola masa tanam III. Kalau masa tanam III semestinya dimulai akhir Juni atau Juli, panen bisa dilakukan September.

Namun banyak petani mengundur masa tanam ketiga, tidak pada awal bulan Juli, tapi bulan Agustus. Karena itu panen pun diperkirakan akhir Oktober.

Kesulitan Air

Ternyata pertengahan September petani sudah kesulitan mendapatkan air irigasi dari waduk.

Sebenarnya petani sudah diberi tahu soal pola tanam padi-padi-palawija. Tetapi mereka nekat menanam padi-padi-padi. Akibatnya, saat musim kering mereka kesulitan air.

Menurut catatan Supadi, hanya Waduk Ketro di Kecamatan Tanon yang paling akhir mengering.

Waduk besar yang lain, seperti Gebyar, Gembong, Blimbing di Kecamatan Sambirejo, serta Botok, Kembangan, Brambang di Kecamatan Kedawung, lebih dulu kering.

Menurut pengamatan Suara Merdeka, ada lahan pertanian hanya beberapa meter dari Waduk Botok kesulitan air.

Warga pun memanfaatkan rumput liar di dasar waduk untuk pakan kambing. (nin-17g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA