
| Selasa, 17 September 2002 | Olahraga |
Prospek Renang di Asian GamesHarapan Ada di Pundak Richard
PADA Asian Games XIV di Busan, Korea Selatan, yang akan dimulai akhir bulan ini, PB PRSI hanya menampilkan Richard Sam Bera di cabang renang dan Shenny Ratna Amelia serta Herliany Dias Sukmahati untuk loncat indah. Guna menghadapi pesta olahraga empat tahunan itu, Richard digodok di Amerika Serikat sejak Mei lalu, sedangkan Shenny dan Herliany berlatih di dalam negeri, ditangani Harly Ramayani. Menurut Sekjen PB PRSI Abdurahim Napitupulu, setelah hampir 5 bulan berlatih di Amerika Serikat, berdasarkan laporan yang diterima secara berkala dan melihat penampilan Richard di Kejuaraan Renang Internasional Pan Pacific di Yokohama akhir Agustus, PB PRSI memiliki harapan cukup besar terhadap atlet itu. Pada kejuaraan di Jepang itu dia masuk babak semifinal, baik untuk nomor 50 meter maupun 200 meter. Di nomor 50 meter, catatan waktunya 23,43 detik. Itu berarti menduduki peringkat ketiga Asia di bawah dua perenang Jepang Isei Nakanishi (23,05 detik) dan Naoki Nagura (23,18 detik) Hasil tersebut mendekati apa yang dicapainya pada SEA Games 2001 di Kuala Lumpur. Di SEA Games itu, Richard mampu mengantongi 2 medali emas dalam nomor 50 meter serta 100 meter gaya bebas dengan catatan waktu 23,04 detik serta 50,80 detik. Bahkan di nomor estafet 4 kali 100 meter, dia mampu mencatat waktu 50,80 detik. Kejuaraan Asia Sebelum tampil di Yokohama, dalam Kejuaraan Renang Asia, Desember 2001, yang berlangsung di Seoul dia secara mengejutkan mampu menduduki posisi pertama dengan waktu 51 detik dalam nomor 100 meter gaya bebas. Hanya saja, waktu itu terjadi kesalahan pencatatan elektronis, sehingga akhirnya yang dinyatakan menjadi juara adalah perenang tuan rumah Korea Selatan dengan waktu yang relatif sama. Menurut Richard, kejuaraan di Jepang ini memberikan tambahan pengalaman dan latihan yang sangat baik bagi persiapan ke Busan. "Jika dilihat dari hasil pertandingan terakhir, kelihatan grafiknya terus membaik, dan perkembangannya lumayan. Mudah-mudahan di Asian Games nanti saya bisa lebih baik lagi. Lagi pula, saya belum istirahat. Nanti, setelah istirahat satu minggu, saya yakin semakin baik," ujarnya. Menanggapi kegagalan di Yokohama, pelatih Adam David Schmitt melihat kemampuan Richad bagaimanapun sangat memungkinkan untuk bersaing di Asian Games 2002 nanti. Alasannya, anak asuhnya sudah bertanding dengan baik. Namun, dalam kejuaraan ini, lawannya adalah atlet-atlet kelas dunia. Atas hasil yang dicapai di Yokohama tersebut, Adam berusaha memoles pada segi teknik dan fisik. Walaupuni usia Richard kini memasuki 31 tahun, dengan polesan itu kemampuannya masih bisa bersaing dengan lawan-lawannya yang berusia 20 tahunan. Di Busan nanti, dia akan bersaing ketat dengan perenang-perenang dari Cina, Jepang, Korea Selatan, Korea Utara, Thailand, Filipina dan Kazakhstan. Meski persaingan begitu berat, Sekjen PB PRSI Abdurahim menyatakan yakin Richard akan mampu menyabet medali. "Medali apa yang akan mampu diraih, itu lain soal," tegasnya. Untuk loncat indah, dalam Kejuaraan Dunia di Sevilla Spanyol, Juni lalu, Shenny mencatat prestasi baik dengan menduduki posisi nomor 25 di tingkat dunia dan keempat di Asia. Dibandingkan dengan lawan-lawan dari Asia, dia hanya kalah dari 2 atlet Cina dan Jepang. Salah satu peloncat indah yang dikalahkan Shenny adalah atlet asal Malaysia yang mengalahkannya dalam SEA Games 2001 di Kuala Lumpur. Hasil baik juga diperlihatkan Shenny dalam Kejuaraan Renang Kelomppk Umur Asia kedua di Zuhai, Cina, baru-baru ini. Di spesialisasinya, yakni nomor menara, dia secara menakjubkan mampu melakukan loncatan tersulit hingga akhirnya mampu merebut medali emas. Herliany sendiri tidak tampil di Zuhai, karena nomor synchronized diving yang menjadi spesialisasinya tidak dipertandingan di kejuaraan kelompok umur tingkat Asia tersebut. Sukses yang dicapai Shenny di Zhuhai ataupun hasil yang diukirnya di Sevilla membuat PB PRSI merasa yakin dia akan mampu memenuhi target, di Busan nanti.(Budi Nugraha-22k) | |||||