
| Selasa, 17 September 2002 | Olahraga |
Teguh EP Ingin Membuat KejutanJAKARTA-Menyusul tim selancar angin dan dayung yang sudah bertolak lebih dahulu, atlet-atlet dari cabang balap sepeda, panahan dan atletik kemarin bertolak ke Busan, Korea Selatan untuk berlaga dalam Asian Games XIV. Rombongan dipimpin IGK Manila yang akan menjadi pejabat pertama KONI Pusat yang tiba di Busan. Pelepasan dilakukan Ketua Umum KONI Pusat Wismoyo Arismunandar di halaman KONI Pusat. Dalam rombongan atlet yang berangkat tersebut terdapat pembalap sepeda asal Sukoharjo, Teguh Eko Pambudi, yang akan tampil di nomor 4.000 meter sprint bersama Wawan Setyobudi, Suwandra, Kohar, dan Rochmat Nugroho. Dalam kesempatan itu, Teguh Eko Pambudi mengakui timnya akan mendapat tantangan berat dari Korsel, Jepang, dan Cina. Pihaknya berharap bisa membuat kejutan. Alasannya, walau lawannya memiliki kemampuan yang lebih baik, dia bersama ketiga rekannya tersebut mempunyai semangat tinggi. "Modal kita hanya semangat, dan latihan keras saja. Karena itu, ya kita berharap bisa membuat kejutan," tandasnya. Selama latihan di Velodrome Rawamangun, dia bersama rekan-rekannya mampu mencatat waktu rata-rata 4 menit. Hasil ini mendekati waktu yang dicatat para atlet balap sepeda asal Cina, Korsel, dan Jepang. "Semoga saja, catatan waktu ini dapat dipertahankan di Busan nanti," ujarnya. Di tempat sama, pemanah putri Gina Rahayu menyatakan telah siap bertanding. "Ya siap, pokoknya doakan saja. Kalau tampil jelas akan habis-habisan," tandasnya. Cabang panahan memberangkatkan atlet putra Lockoneko yang seperti juga Gina mengaku siap bertanding. Dari cabang atletik, atlet yang berangkat adalah Ni Putu Desi Margawangi, I Gede Karangasem, dan Yurita Ariani. Tinju Dari cabang tinju, Bara Gomies dinilai masih kurang agresif dalam setiap pertandingan uji coba di Kuba. Petinju andalan Indonesia di kelas 71 kg tersebut belum memiliki "naluri membunuh" tinggi. Keadaan itu paling tidak terlihat jika dibandingkan dengan Bonyx Saweho di kelas 45 kg dan Melky Lelemboto (51 kg). "Saat ini Carlos terus melatih dia agar tampil agresif dan haus untuk terus menyerang lawan. Bara masih defensif. Gaya seperti itu tidak akan menolong jika tampil di Busan nanti," tutur Sekjen PB Pertina Bambang Asmanu di Jakarta, kemarin. Dia menyebutkan, Asosiasi Tinju Amatir Asia (AIBA) telah merombak aturan dalam setiap pertandingan. Petinju yang terlihat agresif akan memperoleh nilai lebih daripada mereka yang selalu tampil bertahan. Agresivitas akan menentukan kemenangan. "Ini kami tekankan benar pada Bara dan Bonyx. Bara memang tipikal petinju yang menunggu lawan. Pola tersebut tidak dapat diterapkan lagi. Dia harus memukul lebih dulu. Itu yang harus dia lakukan," ungkapnya. (bn,D3-22ek) |