
| Selasa, 17 September 2002 | Olahraga |
PSIS Yr Hampir Pasti Tuan RumahSEMARANG- Setelah menjuarai grup X Liga Bogasari U-18 Tahun Piala Suratin di Banjarmasin, PSIS Yunior memiliki peluang besar menjadi tuan rumah putaran kedua yang akan digulirkan 22 September mendatang. Dan kesempatan itu ternyata tidak disia-siakan oleh manajemen. "Kami sudah membuat surat permohonan ke PSIS untuk menjadi tuan rumah putaran kedua. Dari informasi yang kami terima, Manado juga menginginkan menjadi tuan rumah," ujar Asisten Manajer Tim II PSIS Yr, Iwan Anggoro, kemarin. Iwan menjelaskan, pihaknya sudah siap menggelar putaran kedua. Jika PSSI mengabulkan, timnya bakal memiliki keuntungan yakni bermain di kandang sendiri sehingga mendapatkan dukungan penuh dari suporter. "Kami harus bersiap-siap, karena hampir pasti ditunjuk menjadi tuan rumah," ungkapnya. Dia mengatakan, setelah sepekan bertanding di Banjarmasin, Eko Prasetyo Arianto dan kawan-kawan diliburkan dua hari. Latihan dimulai hari Kamis (19/9) di Stadion Jatidiri. "Tidak ada penambahan pemain, tapi pemain yang tidak dibawa ke Banjarmasin disiapkan untuk tampil," tuturnya. Menurutnya, jika menjadi tuan rumah pihaknya akan memutar pertandingan di Stadion Citarum. Tim yang akan berlaga adalah Seruwi Papua, Arema Malang, PSIS Yr dan satu tim perwakilan Sulut. "Saya lupa nama tim yang mewakili Sulut. Yang jelas, putaran kedua nanti akan diambil satu tim untuk lolos ke putaran 8 besar," jelasnya. Tim PSIS Yr kemarin, tiba di Semarang pukul 18.00 WIB. Kepulangan tim dari Banjarmasin Kalsel dengan naik pesawat Mandala ke Surabaya. Dari Surabaya, mereka melanjutkan perjalanan darat. Apacinti ke Sleman Kendati menjadi juara Grup VI, tertutup sudah kesempatan Apacinti menjadi tuan rumah. Anak-anak asuhan duet pelatih Drs Musarodin dan Drs Gariyanto harus tampil di Sleman pada putaran II Kompetisi Liga Remaja Bogasari Piala Suratin, 22-26 September. Kepastian itu diperoleh Manajer Tim PS Apacinti H Didi Taufik di Jakarta, siang kemarin, setelah bertemu dengan Ketua Bidang Kompetisi dan Turnamen PSSI Iswadi Idris. "Tim kami keluar sebagai juara Grup VI, sehingga tak mengada-ada bila kami ingin menjadi tuan rumah lagi. Namun Iswadi Idris menolak, dengan alasan baru saja menjadi tuan rumah. Kini, kami harus bermain di Sleman," tutur Didi Taufik. Bila nanti lolos dari Grup D, Apacinti berkesempatan lagi menjadi penyelenggara babak 8 besar. Tak seperti pada putaran I, untuk putaran II yang akan diikuti 32 kesebelasan dibagi menjadi delapan grup. Tiap-tiap grup diisi empat tim. Hanya juara grup yang berhak lolos ke putaran III. Pada Grup D, Apacinti akan bermain di Stadion Tridadi Sleman bersama tuan rumah PSS, Pelita Krakatau Steel Cilegon, dan Persela Lamongan. Kubu Apacinti berharap pada putaran II wasit bisa bertindak netral. Didi Taufik menjelaskan, para pemain yunior masih perlu bimbingan dan pengarahan dari wasit. Sebab, mereka yang terjun di liga remaja merupakan aset PSSI yang dibina secara berjenjang. "Biasanya, wasit lebih condong memihak tuan rumah. Wasit harus tahu, tim yang akan dipimpin adalah pemain-pemain yunior. Wasit harus bisa memberi contoh bermain yang benar dan jangan diajari yang tidak-tidak." (B18, C16-77j) |