logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 17 September 2002 Berita Utama  
Line

Bapak, Anak dan Cucu Terbakar dalam Mobil

TERBAKAR: Mobil Suzuki Futura G-1209-DV yang terbakar, teronggok hangus di pinggir jalan, daerah Watukumpul, Pemalang. Kecelakaan tunggal yang terjadi Minggu malam lalu itu, menewaskan dua penumpang yang hangus ikut dilalap si jago merah. (Foto: Suara Merdeka/sf-15)

PEMALANG - Peristiwa mengenaskan menimpa keluarga Hamim Wijaya (57), penduduk Desa Majalangu Kecamatan Watukumpul, Pemalang. Mobil yang dikemudikannya terbakar dan menabrak pohon. Akibatnya, dia dan cucunya, Moch Azam Aunurrofiq (5), tewas terpanggang api, sedangkan anaknya, Ibnu Fajar (18), mengalami luka bakar.

Peristiwa itu terjadi Minggu malam pukul 20.30. Hingga siang kemarin, bangkai mobil yang terbakar masih teronggok di lokasi kejadian dan menjadi tontonan masyarakat. Adapun korban yang tewas sudah dikuburkan, sedangkan Ibnu Fajar masih dirawat di RSU Purbalingga.

Menurut penuturan anak korban yang tidak ikut kecelakaan, Saefudin (26), pada malam itu bapaknya baru saja pulang dengan membawa Futura G-1209-DV yang dibelinya di Garut. Setelah beristirahat sekitar 10 menit, mobil dibawa kembali oleh ayahnya ke Bantarbolang, karena ada urusan keluarga.

Pada saat berangkat, tidak ada tanda-tanda kerusakan mesin. Tetapi ketika pada perjalanan pulang dari Bantarbolang, mesin terasa panas sekali. Padahal jarak rumah tinggal 5 kilometer lagi.

"Menurut cerita adik saya yang selamat, (Fajar-Red), sebelum kejadian itu, mula-mula muncul hawa panas pada bagian bawah jok depan. Kemudian, tiba-tiba ada percikan api. Setir mobil tak bisa dikemudikan lagi, sehingga mobil menabrak pohon," tuturnya di lokasi kejadian, kemarin.

Tak Ada Air

Kebetulan saat itu, situasi di lokasi kejadian sepi. Saat warga datang, mobil sudah terlalap api. Bahkan pepohonan yang ada di dekatnya ikut hangus. Penduduk berniat menolong dengan memadamkan api, tetapi tidak ada air. Sumur penduduk kering semua dalam musim kemarau ini.

Dengan menahan rasa iba, penduduk menyaksikan kedua korban terpanggang di dalam mobil hingga api padam sendiri. Adapun Ibnu Fajar yang bisa keluar dari mobil dengan caranya, segera dilarikan ke rumah sakit di Purbalingga.

Ketika api padam sekitar pukul 22.00, korban ditemukan sudah tak berbentuk lagi. Kondisi mobil, seluruhnya hangus akibat dilalap si jago merah. "Saya waktu itu mendengar dengung suara mesin. Saat saya keluar rumah, api sudah membubung tinggi. Bahkan hampir mengenai rumah saya," kata Ny Maryono, penduduk yang rumahnya paling dekat dengan lokasi kejadian.

Kasatlantas Polres Pemalang AKP Nurwitomo dan petugas lainnya kemarin siang di lokasi masih sibuk mengumpulkan data-data kecelakaan. Mereka dibantu penduduk menyikirkan bangkai kendaraan yang terbakar.

Menurut Nurwitomo, dugaan sementara kebakaran disebabkan oleh radiator yang kering akibat terlambat diisi air. Selain mobil, surat-surat kendaraan juga ikut hangus jadi arang. (sf-29k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA