logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 17 September 2002 Semarang & Sekitarnya  
Line

Limbah Tensindo Terbakar, Warga Mengungsi

  • Banyak yang Batuk dan Sesak Napas
WARGA MENGUNGSI: Sejumlah warga blok K perumahan Genuk Indah terpaksa mengungsi karena asap limbah PT Tensindo yang terbakar.(Foto:Suara Merdeka/G4-71)

GENUK- Kebakaran limbah pabrik di halaman belakang PT Tensindo Jl Raya Kaligawe kemarin siang membuat warga perumahan Genuk Indah, khususnya di kawasan blok K panik. Sejumlah keluarga yang tinggal blok itu sebelah Utara mengungsi, karena asap hitam dari limbah plastik yang terbakar masuk ke dalam rumah.

Kemunculan api di halaman belakang PT Tensindo berawal dari terbakarnya limbah di PT Margomulyo Jalan Padi Raya. Seorang karyawan perusahaan ekspedisi tersebut, Sutar (44) warga Jalan Kebonharjo, Tanjungmas mendapat tugas dari pimpinannya untuk membersihkan tanah kosong yang ditumbuhi gulma. Rencananya tanah tersebut akan dipakai untuk garasi truk.

Setelah halaman dibersihkan, Minggu sekitar pukul 12.00, Sutar mulai membakar gulma. Kepada penyidik Polsek Genuk, dia mengaku tindakan itu dilakukan atas inisiatif sendiri, tanpa ada yang memerintah. ''Saya berharap tanah itu bisa bersih dan bisa untuk istirahat,'' katanya.

Namun di luar dugaan, api tiba-tiba membesar setelah tiupan angin kencang. Dia sempat kebingungan dan berteriak-teriak. Bersama teman-temannya, dia berusaha memadamkan api. Namun si jago merah justru makin besar dan memunculkan asap tebal.

Api nyaris membakar beberapa bangunan di sekitarnya. Karena itu, Sutar segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Sutar sempat akan dimassa warga yang jengkel dengan kejadian itu. Sebelum massa bertindak lebih jauh, polisi segera mengamankannya. ''Dia sudah dimintai keterangan,'' kata Kapolsek Genuk AKP Wasidi.

Sesak Napas

Minggu sore api limbah di halaman PT Margomulyo dapat dipadamkan. Namun diduga karena di dalamnya masih terdapat bara, malam harinya api kembali muncul. Karena tidak ada upaya pemadaman, api membakar sejumlah pohon hingga akhirnya merambat ke tumpukan limbah plastik di halaman belakang PT Tensindo. Kemarin siang api membesar. Bahkan, sempat membakar sebagian bangunan mess yang kosong milik perusahaan tersebut.

Asap hitam dan tebal membuat sesak napas warga yang tinggal di perumahan Genuk Indah. Bahkan, sejumlah warga yang tinggal di blok K mengungsi ke tempat yang aman. ''Seluruh warga yang tinggal di perumahan ini (Genuk Indah-Red) terkena asap. Ada yang sesak napas dan terpaksa mengungsi,'' ujar Handoko (32) warga Genuk Indah.

Banyak pula warga perumahan Genuk Indah yang terbatuk-batuk dan merasakan mata perih akibat asap limbah yang terbakar. Beberapa orang tua terpaksa membawa anaknya yang masih kecil ke dokter karena sampai menjelang petang batuk tidak kunjung sembuh, setelah menghirup asap hitam.

''Ini sudah keterlaluan. Membakar sampah tidak melihat lingkungan sekitar,'' kata seorang warga.

Ibu-ibu di perumahan tersebut juga dibuat jengkel atas kemunculan asap. Hampir semua pakaian yang kemarin pagi dicuci dan dijemur, berbau sangit. Bahkan, tembok rumah, khususnya mereka yang tinggal berdekatan dengan lokasi kebakaran, menjadi kusam. Tanaman pun banyak yang layu.

Untuk memadamkan api, paling sedikit enam mobil pemadam kebakaran didatangkan ke lokasi kebakaran. Kendati siang kemarin api berhasil dipadamkan, namun asap hitam dan tebal masih terus mengepul dari limbah yang hangus terbakar. Bahkan, asap terbawa angin sampai ke kawasan Pasar Johar.(D7-71)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA