
| Selasa, 17 September 2002 | Semarang & Sekitarnya |
''Terpaksa Menyaring Air dengan Sarung''
UNGARAN-Kekeringan air akibat kemarau, kini juga melanda wilayah Kabupaten Semarang yang selama ini dikenal memiliki sumber air abadi. Sebanyak 16 desa di tujuh kecamatan menderita kekeringan. Sedikitnya 5.000 kepala keluarga di daerah kekeringan tersebut kini hanya mengandalkan bantuan air dari masyarakat lain. Untuk mengurangi beban masyarakat, BPD Jateng Cabang Ungaran kemarin memberi bantuan 15 tangki air bersih untuk penduduk Dusun Kebun Taman, Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran. Bantuan tersebut diserahkan Bupati H Bambang Guritno bersama Kacab BPD Ungaran Ny Sri Hoetami. Menurut Hoetami, dipilihnya dusun ini karena mereka dinilai sangat membutuhkan bantuan secepatnya. Karena untuk kebutuhan sehari saja mereka harus berjalan kaki sejauh 5 km. BPD juga akan memberikan bantuan di Desa Mluweh yang tingkat kekeringannya juga parah. Mat Rosat (27) warga Dusun Kebun Taman kepada Bupati mengatakan, kebutuhan air sehari-hari penduduk setempat diperoleh dengan menyaring air sungai yang kotor dengan menggunakan kain sarung. ''Untuk memperoleh air yang cukup bersih kami terpaksa menyaringnya dengan sarung.'' ''Kami mengalami kesulitan untuk menunaikan salat. Sebab untuk wudlu saja harus pergi ke kali,'' tuturnya. Untuk mencukup air di musala, Bupati minta pada BPD agar bak tempat berwudlu juga diisi air. Melalui Mbah Darmi (84) penduduk setempat, juga minta dibuatkan sumur. Karena bila hanya menunggu bantuan air dari Pemkab atau BPD tentu tidak cukup. ''Pak Bupati, kami mohon dibantu dibuatkan sumur,'' pintanya. Bupati lalu berjanji memenuhi permintaan itu, dan ia minta Kades mencari sumber air untuk dibuat sumur. Kabag Sosial Baharuddin SH mengatakan, bantuan air untuk daerah yang kekurangan air disediakan sebanyak 135 tangki. Bantuan itu meliputi bantuan dari APBD I dan II serta BPD Ungaran. (C17-76) | |||||