logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 17 September 2002 Semarang & Sekitarnya  
Line

Pedagang Pasaraya I Mengaku Kena Pungutan

  • Noto Oetomo: Itu Hanya Isu

SALATIGA-Penempatan kembali pedagang ke Pasaraya I diduga disertai pungutan antara Rp 10.000 dan Rp 250.000. Pungutan Rp 10.000 diperuntukkan bagi pemasangan lampu satu titik (satu bohlam), sedangkan Rp 250.000 untuk pemasangan saluran air bersih dari PDAM.

''Yang meminta uang sebanyak itu petugas Dinas Pasar (Dinas Pengelola Pasar dan PKL-Red),'' ujar seorang pedagang latengan (makanan dan minuman), Senin (16/9).

Demikian pula pengakuan beberapa pedagang bumbon. Dia menuturkan pedagang yang menginginkan penerangan PLN dipungut Rp 10.000 untuk setiap titik. ''Kalau saya mau pasang dua titik, ya dikenai Rp 20.000,'' ujar seorang pedagang bumbon yang berjualan di dekat los daging sapi dan ayam, lantai II.

Pedagang latengan itu menuturkan anggota pedagang latengan sekitar 30 orang. Saat hendak membangun kios kembali ternyata tak ada saluran air bersih. Padahal, air bersih mutlak mereka butuhkan.

Akhirnya, mereka meminta Dinas Pasar dan PKL Salatiga melengkapi kios dengan saluran air bersih. Setelah dihitung-hitung, setiap pedagang dikenai biaya Rp 250.000.

Biaya sebanyak itu untuk pemasangan pipa pralon hingga masuk ke setiap kios serta biaya pemasangan meteran air PDAM. Untuk memasang pipa pralon petugas membongkar lantai keramik yang tertata rapi.

Pemasangan pipa dengan membongkar keramik sangat disayangkan pedagang. Sebab, bangunan yang dibiayai APDB II, APBD I, dan PT Matahari Mas Sejahtera, selaku investor awal, sekitar Rp 5,3 miliar itu tak dilengkapi saluran air permanen. ''Masa, prasarana air untuk pedagang latengan tidak ada. Kami memasang sendiri,'' ujar pedagang itu.

Setelah mereka memasang pipa pralon, air tak bisa naik ke lantai atas. Terpaksa air dinaikkan dengan pompa air.

Kepala Dinas Pengelola Pasar dan PKL Noto Oetomo SH membantah keras tudingan pedagang latengan itu. ''Informasi itu sama sekali tidak benar. Itu isu. Biasa, pedagang melemparkan isu seperti itu. Kami tak kaget,'' kata Noto.

Namun dia mengakui lembaganya sudah mengeluarkan dana Rp 11 juta untuk melengkapi prasarana air bersih dari PDAM. Uang itu sudah dibayarkan ke Kantor PDAM.

Untuk penerangan listrik, lembaganya mengajukan dana Rp 190 juta ke pemerintah. ''Kami mengajukan dana Rp 190 juta melalui nota perubahan anggaran,'' tutur Noto. Ada yang menduga bila pengakuan Noto benar, patut diduga biaya pembangunan kembali Pasaraya yang terbakar 1 Desember 1999 itu tersisa cukup banyak. Sebab, pemerintah dan DPRD menyediakan dana pembangunan kembali Rp 5,3 miliar. (A2-76g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA