
| Selasa, 17 September 2002 | Internasional |
Surga Sekaligus Neraka di BumiSRINAGAR - Wilayah ini digambarkan sebagai surga di dunia, sekaligus tempat paling berbahaya di muka bumi. Negara Bagian Kashmir di India bagian utara, yang terkoyak oleh perang separatis berdarah hampir 13 tahun, menjadi sumber permusuhan antara India dan Pakistan (dua negara bertetangga yang masing-masing punya senjata nuklir) selama setengah abad. India menuduh Pakistan mengompori revolusi menentang kekuasaan New Delhi di Kashmir. Pakistan menegaskan, pihaknya hanya memberikan dukungan moral dan diplomatik pada rakyat Kashmir yang berjuang untuk memperoleh kemerdekaan. Berikut adalah fakta-fakta penting tentang wilayah di kaki Pegunungan Himalaya tersebut, yang menyelenggarakan pemilu mulai 16 September (Senin kemarin). POPULASI: Sebagai bekas negara kebangsawanan, Kashmir termasyhur akan keindahan alamnya dan suatu ketika pernah disebut sebagai ''Swiss wilayah Timur''. Wilayah tersebut berpenduduk 10 juta jiwa, sekitar 70 persen Islam dan sisanya Hindu, Budha, dan Sikh. Maka, ia satu-satunya negara bagian India yang mayoritas penduduknya muslim. AREA: India menguasai sekitar 45 persen seluruh wilayah Kashmir, Pakistan sepertiga, dan Cina menguasai sisanya. Menurut angka resmi, dari total luas 222.236 kilometer persegi, India menguasai 101.387 km persegi, Pakistan 78.114 km persegi, dan Cina 42.735 meter persegi. Negara Bagian Jammu-Kashmir terdiri atas lembah Kashmir di utara yang mayoritas penduduknya muslim, Ladakh (berpenduduk Budha) di timur, dan Jammu (Hindu) di selatan. EKONOMI: Sekitar 80 persen penduduk Kashmir India bergerak dalam bidang pertanian, termasuk penanaman padi, jagung, dan apel. Negara bagian itu juga terkenal akan kerajinan tangannya, seperti karpet dan ukiran kayu, serta kerajinan wool (selimut dan selendang). Turisme suatu ketika pernah menjadi sumber penting pemasukan kas negara bagian, namun belakangan suram karena wilayahnya menjadi tidak aman oleh aksi kekerasan kaum separatis militan. PEMILIH: Negara bagian itu punya 5,6 juta pemilih dan 87 kursi DPRD. Pemilu yang direncanakan September dan Oktober akan dilakukan empat tahap. Semua enam distrik yang berbatasan dengan Pakistan dan Cina akan menyelenggarakan pemilu pada 16 September (Senin kemarin). Pemerintah India berharap pemilu Kashmir mampu meningkatkan legitimasi pemerintahannya atas negara bagian tersebut, yang menjadi sumber konflik militer dengan Pakistan. PEMERINTAH: Farooq Abdullah, pemimpin Konferensi Nasional (partai utama yang pro-India), saat ini menteri kepala negara bagian tersebut. Ibu kota musim dingin adalah Jammu, dan ibu kota musim panas Srinagar. SEJARAH: Bekas negara merdeka itu dipersengketakan kepemilikannya oleh India dan Pakistan sejak kedua negara serumpun itu memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada 1947. Pemisahan India menjadi India dan Pakistan itu saja, diwarnai banjir darah. Kedua negara itu telah tiga kali terlibat konflik militer, dua di antaranya gara-gara isu Kashmir. Wilayah tersebut terkenal pula akan pegunungannya yang selalu tertutup salju, hutan pinus, dan danau-danau yang dipenuhi perahu yang dijadikan rumah. Wilayah itu pernah dikuasai orang-orang Mughal, Afghan, Sikh, Hindu Dogra, dan penjajah Inggris sampai 1947. Setelah pemisahan anak benua India menjadi negara India dan negara Pakistan pada 1947, Kashmir yang merdeka semula diharapkan masuk menjadi bagian Pakistan. Namun penguasa Kashmir, Maharaja Hari Singh yang penganut Hindu, ingin tetap menjadikan wilayah itu sebagai negara merdeka. Buntutnya, pecah revolusi dari warga mayoritas muslim dan muncul pula ancaman dari suku Pathan dari Pakistan. Pada Oktober 1947, Hari Singh secara tergesa menandatangani instrumen akses bagi India dengan imbalan bantuan militer. Maka, wilayah itu pun menjadi medan tempur antara India dan Pakistan. Pakistan selalu bersikeras, nasib Kashmir harus ditetapkan oleh rakyat wilayah itu sendiri lewat plebisit. India berdalih, berdasarkan kesepakatan 1972, kedua negara bermusuhan itu harus mencari solusi lewat perundingan. Pada 1989, revolusi terbuka pecah di Kashmir untuk menentang penguasa India. Ketegangan pun meningkat dengan Pakistan. New Delhi menganggap Kashmir sebagai ''mahkota India'', sementara Islamabad menyatakan wilayah tersebut ''urat nadi Pakistan''. Lebih dari 35.000 orang tewas dalam revolusi pemisahan diri dari India itu. (rtr-ed-30) |