
| Selasa, 17 September 2002 | Internasional |
Pemilu Kashmir Lancar meski Diwarnai Serangan BomSRINAGAR - Dua lelaki terluka di Kashmir India, Senin kemarin, ketika orang-orang yang dicurigai sebagai kaum separatis meledakkan sebuah bom di dekat tempat pemungutan suara. Serangan bom itu memperburuk rangkaian aksi kekerasan yang telah mencengkeram negara bagian tersebut, ketika pemilu untuk mengisi kursi majelis (DPRD) baru berlangsung. Polisi setempat mengatakan, dua lelaki yang terluka karena ledakan di Distrik Kupwara itu adalah warga sipil, tapi belum jelas apakah mereka pemilih yang sedang memberikan suara. ''Salah seorang dari mereka mengalami luka serius,'' kata seorang petugas polisi, yang tidak mau disebutkan namanya. Kemarin, para pemilih di Negara Bagian Jammu dan Kashmir memberikan suara untuk DPRD negara bagian itu, di tengah ancaman pemberontak separatis untuk melakukan lebih banyak kekerasan. Hanya beberapa jam sebelum pemungutan suara dimulai Senin pagi, seorang petugas polisi tewas ketika orang-orang yang diduga pemberontak menembaki pos polisi di bagian selatan negara bagian itu. Polisi paramiliter, yang mengenakan jaket antipeluru dan membawa senjata otomatis, mengamankan tempat-tempat pemungutan suara (TPS) pada hari pertama dari empat hari pemilu (antara Senin kemarin dan 8 Oktober). Negara Bagian Jammu-Kashmir yang terletak di wilayah Himalaya itu, menjadi pusat ketegangan militer antara India dan Pakistan. Negara bagian tersebut adalah satu-satunya yang berpenduduk mayoritas muslim, di negara India yang mayoritas Hindu. Dipaksa ke TPS Menurut Reuters semalam, para pemilih digeledah sebelum memasuki bilik pemungutan suara pada pagi akhir musim gugur yang dingin. Lebih dari 440 orang terbunuh selama kampanye pemilu. Banyak warga Kashmir, yang takut pada kekerasan dan kecewa terhadap Pemerintah India, mengatakan secara pribadi mereka tidak mau memberikan suara. Tetapi, kenyataannya kemarin terlihat antrean panjang di beberapa TPS. Seorang petugas pemilu mengemukakan kepuasannya pada hasil awal pemilu tersebut. ''Ini hasil yang baik,'' kata petugas itu, Dhiraj Kumar, kepada Reuters, di Srinagar (ibu kota musim panas Kashmir). Dia memperkirakan 10 sampai 15 persen pemilih datang ke TPS pada empat jam pertama pemungutan suara di lima distrik: Kargil, Poonch, Rajouri, Kupwara, dan Baramulla. Namun penduduk desa menuduh para serdadu India menerobos masuk ke rumah-rumah mereka, dan memukuli mereka agar datang ke TPS-TPS. Tuduhan serupa mewarnai pemilu 1996. ''Mereka memukul saya dengan popor bedil, ketika saya menolak keluar dari rumah,'' kata Mukhtar Ahmad kepada Reuters di Desa Singhpora yang terletak di luar Srinagar. Pemilu di Kashmir India itu berakhir pukul 16.00 (15.30 WIB), sesuai dengan rencana. Pemda Kashmir mengungkapkan, 17 militan tewas ditembak tentara tapal batas India, ketika mereka mencoba menyusup masuk dari Kashmir Pakistan untuk mengacaukan jalannya pemilu tersebut. (rtr-ben-30) |