logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 17 September 2002 Internasional  
Line

Racun Tikus Mungkin Cemari Makanan Perenggut 41 Nyawa

TANGSHAN - Racun tikus mungkin penyebab keracunan makanan di Cina yang menewaskan sejumlah orang dan membuat ratusan lainnya sakit. Keracunan tersebut mungkin disengaja, kata harian China Daily Senin kemarin.

"Penyelidikan awal menunjukkan ada racun tikus dalam makanan yang disajikan untuk para korban," jelas koran itu mengutip Zhou Qiang, juru bicara Pemda Provinsi Jiangsu.

Zhou menyatakan "kurang dari 100 orang" tewas, namun jumlah pasti korban tewas masih belum jelas, lanjut China Daily. Laporan sebelumnya menyebutkan 41 orang tewas.

Penduduk Tangshan, kota industri kecil di kota pantai Jiangsu, menceritakan banyak konsumen pertokoan Heshengyuan Soy Milk sakit Sabtu lalu setelah makan penganan yang pupoler untuk sarapan. Penganan tersebut dibuat di seberang toko itu.

Beberapa saksi di kota berpenduduk beberapa ribu orang itu menjelaskan, mereka melihat ratusan korban dibawa ke rumah sakit, beberapa di antara mereka menderita pendarahan di mulut dan telinganya. Rumor pun merebak tentang penyebab keracunan tersebut.

"Polisi tidak mengatakan apa pun kepada kami, kami hanya mendengar cerita itu dari orang lain," kata seorang wanita yang mengelola sebuah toko yang menjual biji-bijian di sebelah restoran di jalan utama melewati Tangshan itu.

Disengaja

"Yang kami tahu tidak ada racun dalam air. Racun tersebut tampaknya terdapat dalam biskuit goreng," jelasnya. "Biskuit itu jadi racun. Tidak ada benda lain. Seseorang mungkin meletakkannya di dalamnya."

China Daily mengutip para dokter yang mera-wat para korban yang mengatakan, gejala-gejala para korban sama dengan gejala akibat terkena racun tikus dan Zhou menyatakan racun tersebut sengaja di masukkan dalam penganan itu.

Polisi Tangshan mengatakan, bos warung cepat saji yang menjual makanan, antara lain kue wijen dan cheese-stick, ditahan untuk dimintai keterangan. Toko tersebut ditutup dan gang di belakangnya dijaga polisi.

"Karena banyak orang keracunan, tentu saja bos-nya harus bertanggung jawab," kata seorang pejabat di kantor polisi yang mengawasi penyelidikan itu. Dia tidak menjelaskan apakah ada orang lain yang ditahan.

Laporan-laporan media pemerintah dan cerita penduduk berbeda tentang jumlah korban tewas, dan para pejabat tutup mulut tentang rincian tersebut. Mereka meminta para wartawan mengacu pada laporan berita sebelumnya untuk informasi tersebut.

Kantor berita Xinhua melaporkan pada web site-nya Sabtu lalu, sekitar 400 orang, banyak di antaranya pelajar dan pekerja bangunan, keracunan dan 41 lainnya tewas.

Kantor berita itu kemudian kembali ke laporan sebelumnya yang menyebutkan, 200 orang keracunan dan hanya beberapa orang yang tewas.(rtr-niek-46)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA