
| Selasa, 17 September 2002 | Ekonomi |
Penjualan Niaga Rugikan NegaraJAKARTA-Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Kwik Kian Gie menilai harga penawaran dari Commerce Asset Holding Berhard terhadap saham Bank Niaga Rp 26,5 per lembar terlalu rendah. ''Harga saham yang diajukan satu-satunya penawar yang lolos kualifikasi itu terlalu rendah,'' kata dia di kantornya, Senin.
Menurut Kwik, akibat dari penjualan Bank Niaga itu negara akan dirugikan mengingat hasilnya tidak sebanding dengan keuntungan yang akan dinikmati Commerce dari obligasi pemerintah di Bank Niaga yang saat ini mencapai Rp 9 triliun. ''Harganya jelas akan menjadi masalah besar,'' ujarnya. Kwik menjelaskan, dari hasil penjualan saham mayoritas Bank Niaga oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) itu, negara hanya akan memperoleh dana Rp 2 triliun. Itu pun saham yang dijual (51%), sudah digenapkan menjadi 100%. Padahal di Bank Niaga masih melekat obligasi senilai Rp 9 triliun. ''Jadi, pemerintah akan rugi,'' katanya. Artinya, pemerintah hanya akan menerima uang Rp 2 triliun, tetapi berutang kepada pembelinya Rp 9 triliun. ''Itu di mana masuk akalnya,'' tandasnya. Kwik mengungkapkan, ada dua penyebab divestasi Bank Niaga yang dilakukan dengan tender terbuka, tetapi akhirnya hanya memiliki satu peminat saja. Pertama, karena BPPN sama sekali tidak bisa berpikir logis. Lembaga itu hanya bertekuk lutut pada Dana Moneter Internasional (IMF). Karena itu, Kwik mendesak, penjualan bank-bank yang dikuasai BPPN, termasuk Bank Niaga, melalui investor strategis ditunda hingga obligasi rekap yang melekat di bank itu bisa ditarik. Negosiasi Menteri Negara (Meneg) BUMN Laksamana Sukardi mengatakan, pihaknya bersikap realistis terhadap harga penawaran saham Bank Niaga oleh Commerce Asset Holding Berhad. Namun, pemerintah tetap akan melakukan negosiasi dulu. Di sela-sela pertemuan dengan Komisi V DPR di Jakarta, kemarin Laks (panggilan Laksamana) mengatakan , penawaran Konsorsium Commerce terbilang paling tinggi. Bahkan, sudah merupakan harga premium dari harga buku yang ditetapkan. (tri-69ek) |