
| Selasa, 17 September 2002 | Jawa Tengah - Muria |
Ada Nuansa Politis dalam Pengisian Jabatan Ketua Bappeda RembangREMBANG-Penataan personel sesuai dengan struktur organisasi dan tata kerja baru di lingkungan pemerintahan memasuki tahap keempat. Ironisnya, masih ada beberapa jabatan strategis belum terisi. Itulah yang belakangan ini sering memunculkan pertanyaan dari berbagai pihak. ''Saya tak habis pikir, mengapa penataan personel tidak segera dituntaskan. Apa tak mengganggu pemerintahan? Itu yang perlu dipikirkan,'' kata Koordinator LSM Forkas Ir Slamet W. Sejak penataan personel tahap pertama, kedua, dan ketiga, jabatan Kepala Dispenda tetap dikosongkan. Tiga jabatan kepala bagian juga belum terisi. Yakni, Kepala Bagian Pemerintahan Desa, Organisasi, dan Pembangunan. Penataan personel belum tuntas, sekarang muncul persoalan baru. Beberapa hari lalu jabatan Ketua Bappeda dikosongkan, setelah Drs H Wiratmoko yang semula menduduki jabatan itu diangkat menjadi Sekwilda. Dia menggantikan H Nuranto SH yang memasuki masa pensiun. Wakil Bupati Drs Nasirul Mahasin MSi menyatakan beberapa hari lalu Bupati, Wakil Bupati, Sekwilda, Asisten III dan I, serta Kepala Bagian Kepegawaian melakukan rapat satu meja. Dengan tujuan, untuk membahas pengisian jabatan Ketua Bappeda. Hasilnya? Mahasin menuturkan bila tak ada halangan pengisian jabatan Ketua Bappeda dilakukan Selasa besok (16/9). Nama calon, kata dia, masih rahasia. Kabar yang berkembang para pejabat penting punya dua calon. Yakni, Hamzah Fatoni SH (Asisten II) dan Supraja SH (YMT Ketua Dispenda). Namun karena campur tangan pihak lain bernuansa politis, kedua calon itu tergusur. Ketika hal itu dimintakan konfirmasi, Wakil Bupati Drs Nasirul Mahasin MSi balik bertanya, ''Anda tahu dari siapa?'' Bupati H Hendarsono tak membantah keterangan Mahasin. Menurutnya calon Ketua Bappeda sudah ditetapkan melalui penyaringan cukup ketat.(jl-73g) |