logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 17 September 2002 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Puluhan Angkot Jurusan THR-Pelabuhan Mogok

AKSI MOGOK: Puluhan angkot jurusan THR-Pelabuhan dan THR Slamaran mogok dengan memarkir kendaraan mereka di dekat pertigaan Jalan Darma Bakti. (Foto:Suara Merdeka/A15-17j)

PEKALONGAN- Tujuh puluh tiga angkot jurusan THR-Pelabuhan dan THR-Slamaran kemarin mogok. Mereka berjajar di Jalan Jenderal Sudirman dekat pertigaan Jalan Darma Bakti sekaligus menurunkan penumpang di situ.

Aksi itu dilakukan lantaran awak angkot tersebut merasa dirugikan dengan angkot jurusan Pekalongan-Kedungwuni yang dibiarkan memasuki perempatan Ponolawen melewati Jalan Jenderal Sudirman.

''Dengan masuknya angkot trayek Pekalongan-Kedungwuni ke perempatan tersebut sangat merugikan angkot jurusan THR-Pelabuhan dan THR-Slamaran,'' ungkap Edi Warnoto, juru bicara pengemudi angkot ketika ditemui Suara Merdeka kemarin.

Mogok itu terjadi pukul 08.30 hingga 09.00. Mereka menghentikan aksi setelah Kasatlantas Polres Pekalongan AKP Muslikhun menyanggupi untuk menindak angkot jurusan Pekalongan-Kedungwuni yang nekat menerobos ke Ponolawen melewati Jalan Jenderal Sudirman.

Mogok memang hanya setengah jam, tetapi benar-benar menghambat kelancaran arus lalu lintas di jalur pantura. Pasalnya, lokasi berhenti sejumlah angkot itu berada di mulut pertigaan Jalan Darma Bakti dan Jalan Jenderal Sudirman.

Puluhan polisi lalu lintas pun berdatangan mengatur kendaraan yang lewat termasuk memberi penjelasan kepada awak angkot.

Edi Warnoto mengemukakan, trayek Pekalongan-Kedungwuni sebenarnya melewati Jalan Jenderal Sudirman masuk ke Jalan Darma Bakti dan ke Jalan Karya Bakti - Jalan Urip Sumoharjo.

Hanya saja beberapa bulan lalu tidak bisa lewat Jalan Karya Bakti karena ada jembatan yang dibangun. Karena itu, untuk angkot jurusan Pekalongan-Kedungwuni dilewatkan Ponolawen.

''Tapi yang aneh, setelah jembatan selesai mereka masih tetap melewati Ponolawen. Polisi pun tak menindak angkot Pekalongan-Kedungwuni yang menerobos Jalan Jenderal Sudirman kemudian masuk ke Ponolawen. Itu kan merugikan angkot jurusan THR-Pelabuhan dan THR-Slamaran.''

Kerugian itu, ujar Edi, sangat dirasakan terutama saat rebutan penumpang di Pasar Banjarsari. Jika penumpang dari Pasar Banjarsari ingin ke Ponolawen direbut angkot jurusan Pekalongan-Kedungwuni.

''Yang mengherankan para pengemudi heran, kenapa polisi yang menjaga di situ juga membiarkan angkot Pekalongan-Kedungwuni memasuki Ponolawen, padahal rambu-rambu larangan sudah terpasang?''

Kasatlantas AKP Muslikhun didampingi wakilnya, Iptu I Wayan Suandi, yang ditemui saat menertibkan aksi pemogokan menjelasakan, sebenarnya polisi sudah mengantisipasi aksi itu dengan menyosialisasi larangan angkot jurusan Pekalongan-Kedungwuni melewati Ponolawen. Akan tetapi, para sopir telanjur melakukan aksi mogok.

''Setelah semua itu diberitahukan dan polisi siap menindak angkot yang melanggar trayek, pemogokan dihentikan. Dengan demikian, mulai pukul 09.00 angkot jurusan THR-Pelabuhan dan THR-Slamaran sudah jalan kembali.''(A15-17j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA