
| Selasa, 17 September 2002 | Jawa Tengah - Banyumas |
Dampak Kekeringan di CilacapPanen Merica Merosot, Harga Kambing Turun
KEKERINGAN masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap. Selain kesulitan akan kebutuhan air, juga beberapa sumber penghasilan penduduk berkurang. Seperti yang dialami ribuan warga Kecamatan Karangpucung. Mereka adalah masyarakat petani pegunungan. Di antaranya membudidayakan tanaman merica dan usaha peternakan kambing. Dua usaha ini ikut terkena imbas akibat kekeringan. Puluhan hektare tanaman merica di daerah itu mengalami gagal panen. Sebab, komoditas merica itu produksinya turun drastis. Kondisi tersebut diperparah oleh rendahnya harga jual komoditas tahunan itu. Camat Karangpucung Supriyadi SSos didampingi Kepala Desa Ciruyung Sarmono kepada Suara Merdeka kemarin menjelaskan, budidaya tanaman merica dikembangkan para petani di Karangpucung. Empat desa menjadi sentra tanaman tersebut, yaitu Desa Ciruyung, Pamulihan, Sidamulya dan Surusunda. ''Bertahun-tahun masyarakat di sana mengembangkan tanaman jenis rempah-rempah tersebut,'' kata Camat. Kades Sarmono menambahkan, akibat kekeringan itu maka hasil panen merica di desanya turun tajam. Meskipun panen hanya setahun sekali, tapi hasilnya mampu sangat menjanjikan. Misalnya, satu bau mampu mendapat hasil dua sampai empat kuintal merica. ''Pada musim kemarau hanya mendapat puluhan kilogram saja,'' keluhnya. Menurut dia, luas lahan tanaman merica di Desa Ciruyung antara 10 dan 15 hektare. Lahan itu tersebar di perkebunan dan ladang milik rakyat. Dibandingkan dengan desa lainnya, luas Desa Ciruyung lebih kecil. ''Dulu setiap habis panen, masyarakat mampu membangun rumah, lengkap dengan isinya dan mampu membiayai sekolah anaknya ke perguruan tinggi.'' Hal ini, menurutnya, disebabkan hasil panenan merica selalu besar dan harganya masih bagus. Setiap kilo mampu mencapai Rp 40 ribu, namun sekarang tinggal sekitar Rp 10 ribu/kg. Kambing Turun Selain membawa dampak turunnya jumlah panenan merica. Kekeringan juga berimbas kepada harga kambing di Pasar Hewan Karangpucung. Harga kambing turun karena kualitas pakan yang berkurang. Menurut Camat, harga kambing jantan Rp 500 ribu lebih per ekor. Sekarang harganya turun menjadi Rp 400 ribu per ekor. Penurunan yang sangat tajam itu dialami untuk kambing betina. Peternak hanya mampu melepas kambingnya dengan harga antara Rp 200 ribu dan Rp 250 ribu. (Jamaludin AA, Agus Wahyudi-68) | |||||