logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 17 September 2002 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Sigit dan Desi Ditawari Operasi Gratis

PURWOKERTO - Kakak beradik Desi Sri Lestari dan Sigit Yuli Utomo, warga Twelagiri, Banjarnegara yang menderita kelumpuhan dan tulang kaki bengkok, akan ditangani dokter ahli orthopaedi Iman Solihin.''Saya minta dia untuk dibawa ke sini,'' katanya Sabtu, seusai meresmikan unit Ortophaedi RS Hidayah, Purwokerto.

Dia menjelaskan, dalam menangani Sigit dan Desi pihak rumah sakit yang terletak di Jl Supriyadi No 22, akan menerima pasien itu dengan status JPS (Jaring Pengaman Sosial).

Untuk membawa dua pasien tersebut, Dr Iman Solihin SpBO, sudah meminta bantuan Dr Diah Ratnasari yang menemukan pasien tersebut. ''Dia sudah bersedia akan membantu,''jelasnya.

Seperti diberitakan (SM 4/9), kakak beradik itu sempat dibawa ke RS Orthopaedi Dr Soeharso Surakarta. Kedua pasien itu tidak jadi dioperasi dan dipulangkan ke Banjarnegara. ''Kalau di sini ada kenapa mesti jauh-jauh dibawa ke Surakarta,'' katanya.

Kasus yang menimpa mereka, menjadi pembicaraan serius para dokter dan perawat yang mengikuti seminar ''Tulang dan Tulang Belakang'' di RS Hidayah. Foto kakak beradik itu ditayangkan dalam seminar yang diikuti para dokter dan perawat seluruh Banyumas.

Diagnosa Tepat

Menurut Iman, sebelum melakukan operasi terhadap Sigit dan Desi, pihaknya akan melakukan pemeriksaan total terhadap keduanya.

Pemeriksaan itu meliputi keadaan gizi, jantung, perkembangan dan jenis tulang, riwayat penyakit dan lainnya.

Pemeriksaan secara lengkap diperlukan agar diagnosa terhadap pasien tersebut bisa tepat. Hasil diagnosa itulah yang akan menentukan langkah selanjutnya, apakah perlu dioperasi atau hanya butuh kursi roda untuk duduk.'' Jika diputuskan untuk dioperasi, saya sendiri yang akan mengoperasinya,''ujarnya.

Iman Solihin, alumnus FK-UI dan mendalami tulang belakang di Amerika Serikat itu menambahkan, misi utama dokter orthopaedi adalah menolong orang yang mengalami kelumpuhan. ''Kebanyakan orang yang mengalami kecelakaan dan lumpuh karena sumsum di tulang belakang tertekan,''jelasnya.

Pola pikir orang lumpuh sudah tidak bermanfaat dan harus disembunyikan harus dirubah, karena ilmu pengetahuan kedokteran sekarang sudah lebih maju dan berkembang. Penyakit yang dahulu belum ditemukan pemecahannya, kini sudah ada pemecahannya.

Selama ini, membedah tulang belakang masih termasuk misteri, karena sangat sulit. Karena pada tulang belakang terdapat sumsum tempat syaraf. ''Salah sedikit dalam operasi, pasien bisa fatal dan lumpuh selamanya,''katanya.(in-47)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA