logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 17 September 2002 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

PLTA Mrica Tak Beroperasi

  • Debit Serayu Turun

BANJARNEGARA - Akibat penurunan debit air sungai Serayu, PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Mrica, sejak Minggu (15/9) lalu tak lagi mengoperasikan mesin unit pembangkit tenaga listrik (turbin).

Kali terakhir, unit pembangkit tenaga listrik berkapasitas terpasang 180 Mega Watt (MW) itu beroperasi pada Sabtu (14/9) sore hingga malam hari. Malam itu, dari tiga unit mesin pembangkit yang ada, hanya tinggal dua yang beroperasi.

Yaitu unit II beroperasi pukul 17.43 sampai 20.32 dan unit III pukul 17.20 sampai 21.43. Kedua unit pembangkit itu berkepasitas produksi rata-rata 60 Mega Watt, atau tiap unit memproduksi 30 MW.

''Mulai Sabtu malam, kami tidak beroperasi atau standby. Beroperasi lagi tergantung permintaan UBS P3B regional Jateng di Ungaran Kabupaten Semarang,'' kata Manajer Humas PT Indonesia Power UBP Mrica, Hasyim Achmad, kemarin.

Tak beroperasinya unit pembangkit listrik di Mrica bersifat sementara. Sewaktu-waktu pembangkit bisa beroperasi lagi, tergantung permintaan UBS P3B region Jateng, sebab pengoperasiannya yang mengatur Ungaran.

''Meski Unit Mrica tak beroperasi sementara, pasokan listrik untuk kebutuhan masyarakat tak masalah, karena UBP Mrica masih punya 10 sub-unit PLTA lain yang tersebar di Jateng.'' ujarnya.

Sejak Juli

Menurutnya, penurunan debit air sungai Serayu yang masuk (inflow) ke Waduk Panglima Besar Soedirman (PBS), mulai terlihat sejak Juli lalu. Saat itu elevasi air di dalam waduk masih mencapai ketinggian 228,67 meter dari permukaan laut (dpl).

Namun memasuki awal bulan ini (hasil pencatatan 11/9 -Red), elevasi air di dalam waduk turun menjadi 227,24 meter. Terakhir, Jumat (13/9) ketinggian air di waduk PBS tinggal 226,66 meter. Padahal batas minimum ketinggian air dalam waduk adalah 226,4 meter dpl.

''Awal musim penghujan diperkirakan akan datang akhir Oktober mendatang. Untuk itu kita hemat penggunaan air yang untuk mengoperasikan turbin, karena pasokan air diperkirakan mulai stabil November mendatang,'' tambahnya.

Manajer Humas itu, tak bisa memberikan penjelasan lebih rinci permasalahan yang dihadapi UBP Mrica. Utamanya berkaitan dengan penurunan debit air Se-rayu dan tak beroperasinya unit pembangkit. Sebab yang mengerti soal teknis persoalan itu adalah Manajer Operasional, Ir Teguh AN.

''Sejak Minggu (15/9) lalu, Pak Teguh mengadiri rapat dinas di kantor pusat Jakarta. Rapat bukan cuma membahas soal tak beroperasinya UBP Mrica, tapi koordinasi secara keseluruhan,'' ujarnya. (A9-68)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA