logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 17 September 2002 Jawa Tengah - Kedu & DIY  
Line

Petani Tembakau Tak Bisa Meladang

TEMANGGUNG - Para petani tembakau di Temanggung menyatakan pesimistis bisa memenuhi masa tanam tahun depan. Sebab pada panen kali ini pasar tembakau jatuh sehingga tak bisa menyisihkan dana modal tanam.

Pesimisme itu melanda sebagian petani di sentra tembakau. Yakni, Kecamat an Bulu, Parakan, Kledung, Bansari, Ngadirejo, Wonoboyo, dan Tretep.

"Panen kali ini kami rugi. Perolehan penjualan tembakau tidak sepadan dengan modal yang kami keluarkan. Sekarang hasil penjualan tembakau untuk mengembalikan pinjaman saja tidak cukup, belum bunganya," kata seorang petani.

Pertanda ketidakmampuan petani menyiapkan lahan garapan masa tanam tahun depan terlihat dari sepinya pesanan kompos (pupuk kandang), bahan baku pemupukan ladang. Biasanya seusai panen bulan September, sudah banyak kiriman kompos dari luar daerah.

Cukup Besar

Tetapi saat ini banyak petani belum bisa membeli kompos karena keterbatasan dana. Mereka tak bisa mencari modal ke bank karena belum melunasi kredit sebelumnya. Padahal, kompos mutlak mereka perlukan untuk menanam tembakau.

Para petani menuturkan untuk menyiapkan lahan membutuhkan dana besar. Selain itu memakan waktu agak lama, yakni sejak pencangkulan bulan Januari hingga panen bulan Agustus.

Setiap hektare lahan setidaknya membutuhkan pupuk kandang 10 rit (truk). Satu truk kini Rp 350. 000. Ditambah biaya pencangkulan, bibit, dan lain-lain, jumlah keseluruhan Rp 7 juta lebih.

Menjelang Lebaran, sehingga mereka membutuhkan biaya tak sedikit. Dalam kondisi demikian, diperkirakan banyak petani kesulitan memulai pencangkulan untuk bersiap menghadapi masa tanam tahun depan. (nt-56g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA