logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 17 September 2002 Jawa Tengah - Kedu & DIY  
Line

Warga Minta 5.000 Karung Plastik

  • Antisipasi Musim Hujan

KEBUMEN - Mendekati musim hujan yang ditandai awan tebal di wilayah Kebumen membuat waswas 150 kepala keluarga (KK) di tepi Kali Karanganyar. Warga meminta bantuan 5.000 karung plastik untuk menutup tanggul yang rawan ambrol.

Kepala Kelurahan Karanganyar Djasmin Al Muchasin SSos Sabtu lalu mengemukakan selama dua bulan ini ratusan warga setiap hari bekerja bakti memperbaiki tanggul. Mereka menutupi tanggul dengan bronjong.

Sebab, setiap kali memasuki musim hujan Kali Karanganyar selalu banjir. Apalagi belakangan jika banjir, air sungai yang berhulu di daerah pegunungan Karanggayam itu mengalir deras. Tak ayal, sejumlah tempat ambrol dan rumah penduduk pun terancam.

Lurah menuturkan setidaknya ada tiga lokasi rawan ambrol. Yakni, di RW 8 sekitar 50 rumah di tepian tanggul serta di RW 5 dan RW 7 150 rumah di tepian tanggul.

Dia menuturkan secara resmi telah meminta bantuan 5.000 karung plastik ke Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Serayu-Bogowonto (PIPWSSB) di Sempor. Karung plastik itu untuk menutup tanggul yang rawan ambrol dan persediaan menghadapi banjir.

Kelurahan bersama warga dan tokoh masyarakat telah membantu memperbaiki rumah Ny Sainah (56), yang hancur dilanda banjir awal tahun ini. Bantuan Rp 5 juta itu berupa material.

Bantuan Aspal

Djasmin menyatakan bangga atas semangat berswadaya masyarakat. Tahun ini dia memperoleh bantuan 50 drum aspal dari Gubernur Jateng dan 20 drum dari Bupati. Bantuan itu untuk mengaspal jalan 1.475 m dan lebar 2,75 m di RW 5 dan RW 6.

Pengaspalan jalan itu kini memperlancar hubungan warga di wilayah tersebut serta desa-desa di sekitar Kelurahan Karanganyar. Material penunjang jalan itu swadaya masyarakat, berupa pasir, kricak, dan tenaga kerja diperkirakan bernilai Rp 75 juta.

Pengecoran jalan setapak 350 m dan lebar 2 m menghabiskan 150 sak semen. Jalan setapak yang dicor berada di RW 5 dengan dana swadaya murni.

Tenaga kerja, krokos, dan pasir berasal dari swadaya masyarakat. (B3-56g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA