logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 17 September 2002 Jawa Tengah - Kedu & DIY  
Line

200 Eksodan Memperoleh Rumah

  • Tiap Keluarga Dapat Lahan 200 M2

KEBUMEN- Dua ratus eksodan dari daerah konflik di tujuh provinsi akan direlokasi ke Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong. Tiap keluarga akan mendapat rumah dan lahan 200 m2.

Lahan dan rumah permanen untuk 200 eksodan itu telah dibangun, dilengkapi sarana MCK dan jalan masuk. Kantor Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kebumen telah mengundi calon penghuni di Gedung Transito Jalan Cendrawasih.

Dari 200 unit rumah calon eksodan itu kini telah terisi 192 keluarga. Mereka dari tujuh provinsi daerah konflik, seperti Aceh, Papua, Timor Timur, Kalimantan, dan Sulawesi. Paling banyak dari Aceh Nangroe Darusalam.

Kepala Kantor Nakertrans Drs H Marzuni mengemukakan, relokasi 200 eksodan itu akan diresmikan Menakertrans Yakob Nuwa Wea November mendatang. Kini sedang dibangun rumah tipe 24 dengan atap genting, lantai semen, dan dinding separo dari batako.

Sarana lain yang diperoleh, yakni akses jalan masuk ke jalur selatan-selatan Jateng, sumur, dan tempat ibadah. Bahkan mereka diharapkan berusaha dari sektor peternakan dan pertanian.

Faktor Keamanan

Ketua Komisi E DPRD Drs Muslih Somali dan anggota komisi Nurhamidi kemarin mengemukakan, pihaknya telah meninjau relokasi bagi eksodan itu.

Akan tetapi, pihaknya mengingatkan eksekutif agar memikirkan juga masa depan warga eksodan setelah menetap.

Mengingat, untuk kelangsungan hidup mereka hanya memperoleh lahan 200 m2. "Kami mempertanyakan lahan seluas itu apa bisa untuk hidup. Masalah itu akan kami sampaikan saat dengar pendapat dengan eksekutif," papar Nurhamidi.

Sebelumnya, Kapolres AKBP Drs Prasta Wahyu Hidayat SH sewaktu meninjau relokasi di Desa Tanggulangin juga mengharap Pemkab memberikan jaminan hidup dan masa depan jelas bagi para eksodan. Sebab, jumlah warga yang menghuni relokasi tidak sedikit.

Dia khawatir, bila tidak ada jaminan masa depan justru menimbulkan kerawanan keamanan.

"Kami mengimbau Pemkab agar memberikan lahan yang bisa untuk menopang hidup," ujar Kapolres.

Untuk menunjang keamanan masyarakat termasuk warga eksodan di pesisir selatan, Kapolres mengharapkan Pemkab dapat menunjang tugas operasional polisi. Saat ini pihaknya mengharap bantuan 26 motor trail bagi 22 polsek lama dan empat polsek baru.

Kepala Kantor Nakertrans Marzuni mengemukakan, 200 relokasi itu merupakan proyek bantuan Provinsi Jateng 100 paket dan dibiayai APBD Pemkab 100 paket.

Dalam tiga bulan, para eksodan memperoleh jaminan hidup berupa jatah makan beserta lauk pauk. Sesudah tiga bulan diharapkan para eksodan sudah bisa mandiri dan berusaha dari sektor pertanian serta peternakan.(B3-56j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA