
| Selasa, 17 September 2002 | Jawa Tengah - Muria |
Masih Ada yang Belum Diimunisasi Polio LengkapP A T I - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati dr H Indroto MM mengatakan, di daerahnya masih ada sasaran yang belum mendapatkan imunisasi polio lengkap. Sehingga diprediksikan masih mempunyai risiko tertular virus polio liar domestik maupun impor. Dengan demikian, masih perlu dilakukan imunisasi terhadap balita secara serentak. Pekan Imunisasi Nasional (PIN) putaran pertama telah dilaksanakan Kamis (12/9) lalu, sedangkan putaran kedua 9 Oktober mendatang dengan sasaran semua balita. Sesuai pendataan yang dilakukan bersamaan dengan pemberian Vitamin A, Agustus lalu, jumlah seluruh balita 89.638 orang. Masing-masing balita usia 0-5 bulan (7.496), 6-11 bulan (11.669), dan 12-59 bulan (70.473). Pada PIN putaran pertama dengan pemberian Vit A Biru untuk balita 6-12 bulan, dari jumlah yang ada pencapaiannya bahkan lebih, yaitu sebanyak 11.745 (100,65%). Sedangkan pemberian Vitamin A Merah untuk balita usia 12-59 bulan, seluruhnya mencapai 72.716 (103,18%). Imunisasi polio yang dilaksanakan secara rutin di Kabupaten Pati dimaksudkan untuk memberikan kekebalan pada masing-masing anak. Cakupan imunisasi polio lengkap (polio 4) di Kabupaten Pati selama lima tahun terakhir dilaksanakan secara berturut-turut mulai tahun 1997-2001. Hasil yang dicapai masing-masing 84,85% (1997), 112,75% (1998), 122,43% (1999), 118,46% (2000), dan 91,09% pada tahun 2001. ''Target nasional adalah 90%,''ujarnya. Tidak Merata Meski untuk tingkat kabupaten sejak 1997-2001 Pati telah dapat mencapai Universal Child Immunization(UCI), tapi tidak merata ke tingkat kecamatan/puskesmas dan desa-desa. Selama kurun waktu lima tahun, pencapaian UCI tingkat kecamatan/puskesmas dan desa-desa, adalah 75,55% pada tahun 1997, 81,73% (1998), 94,32% (1999), 95,31% (2000), dan 88,88% (2001). Berdasarkan data tersebut diprediksikan, Kabupaten Pati masih berisiko tertular virus polio liar. Karena itu, upaya pemberantasannya harus tetap dilakukan melalui tiga jalur. Yakni, imunisasi rutin/mopping up/PIN/BIAS. Selain itu juga melalui Surveilans Acute Flaccid Paralysis(S-AFP), dan peningkatan kebersihan perorangan serta perbaikan lingkungan (hygiene sanitasi). Pelaksanaan PIN secara serentak melalui 1.235 pos PIN yang tersebar di 400 desa dan lima kelurahan, termasuk pos khusus di terminal bus dan pasar. (ad-74) |