logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 17 September 2002 Budaya  
Line

Ganasidi Tak Berafiliasi

SOLO - Pengurus Lembaga Nasional Seni Pedalangan Indonesia (Ganasidi) atau Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Jateng kembali menegaskan, organisasi tersebut tetap independen dan tidak berafiliasi ke partai politik (parpol) apa pun. Penegasan tersebut dimaksudkan untuk menepis citra negatif organisasi yang dianggap masih berbau Orde Baru, sehingga belum bisa sepenuhnya diterima kalangan dalang di berbagai daerah yang seharusnya menjadi anggotanya.

"Citra negatif itu berbuntut dan terasa sekali di daerah-daerah. Para dalang terutama generasi muda, bingung seperti kehilangan suh. Ganasidi atau Pepadi dianggap masih menjadi organisasi yang menakutkan dan menjadikan para dalang trauma," tegas Ketua Ganasidi/Pepadi Jateng Drs Ichwan Dardiri disaksikan sejumlah pengurus lain di sebuah rumah makan di Solo, Minggu (15/9) lalu.

Untuk mengejar kesempatan agar situasi tidak bertambah kacau, tegas Ichwan Dardiri yang dibenarkan Suroto Mangunsudarmo dan Bambang Murtiyoso SKar MHum, pihaknya perlu menegaskan kembali bahwa Ganasidi/Pepadi Jateng bukan kepanjangan tangan parpol mana pun. Organisasi wadah dalang itu juga tidak akan menginduk atau bergabung kepada salah satu parpol.

Hak Individu

Namun, jelas Bambang Murtiyoso dan Suroto Mangunsudarmo, kalau ada pribadi-pribadi dalang yang menjadi simpatisan atau anggota parpol, Ganasidi/Pepadi tidak akan melarang. Sebab, itu hak dan kebebasan individu.

Ketika bergabung dalam organisasi itu diharapkan para dalang melepas baju parpol masing-masing. Sebab, organisasi hanya mengakomodasi gagasan dan aktivitas untuk melestarikan dan mengembangkan seni pedalangan.

"Soal berkreasi dan berinovasi dalam pakeliran juga bebas. Silakan berjalan terus. Cuma, organisasi berharap, wayangan gaya klasik tetap terpelihara. Itu termasuk tanggung jawab menjadikan wayang sebagai tontonan sekaligus tuntunan. Keduanya harus imbang, jangan hanya menonjol salah satu," tutur Suroto yang dibenarkan Bambang Murtiyoso dan Ki Jumadi Anom Gunadi.

Berkaitan dengan sikap independen Ganasidi/Pepadi itu pula, pengurus sangat berharap agar para dalang bisa melayani semua pihak, tidak terbatas pada bingkai-bingkai parpol. Sikap itu sudah ditegaskan dalam ayat 2, pasal 3 Bab III, tentang Azas/Dasar Tujuan dan Usaha AD/ART baru, setelah organisasi itu berkonsolidasi pada era politik yang baru ini.

Untuk menyosialisasikan sikap dan posisi organisasi itu, lanjut Drs Ichwan Dardiri, pengurus akan mengadakan sarasehan dengan warga dalang di empat kota pada September ini. Sarasehan yang akan mengundang Ki Manteb Soedharsono dan beberapa pengamat serta praktisi lain sebagai pembicara tersebut diawali dari Solo pada 23 September, kemudian diteruskan di Semarang, Purwokerto, dan Pekalongan.(won-41e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Wacana | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA