logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 16 September 2002 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Panen Perdana Padi Sintanur

BUMIAYU- Panen perdana padi varietas unggul baru jenis Sintanur, kemarin serentak dilakukan petani di enam wilayah kecamatan Brebes bagian selatan. Hasil panenan cukup memuaskan, setiap hektare 11,5 ton atau lebih tinggi dari varietas lainnya.

Panen perdana bersamaan dengan Hari Lapang Tani dilakukan Kepala Dinas Pertanian-Kehutanan dan Konservasi Tanah Ir Soesiswo di lahan milik kelompok tani Rachmat Tani, Desa Kaliwadas Kecamatan Bumiayu. Turut menyaksikan antara lain Camat Bumiayu Sudigyo SIP dan Kepala Desa Kaliwadas Drs Abdullah Safi'i.

Ir Soesiswo mengatakan, padi Sinatur belakangan sedang digalakkan penanamannya oleh petani di Kecamatan Sirampog, Tonjong, Bumiayu, Paguyangan, Bantarkawung, dan Salem. Jika program ini berhasil akan menggantikan varietas lain yang sebelumnya banyak ditanam seperti Membramo dan jenis IR lainnya.

Keunggulan Sintanur, mampu menghasilkan di atas 11 ton per hektare. Padi jenis lainnya hanya sekitar tujuh sampai delapan ton per hektare. Sintanur akan menghasilan beras dengan aroma wangi dan pulen.

Ketika ditanam tahan terhadap serangan wereng cokelat dan tahan hama daun. ''Varietas Sintanur merupakan hasil persilangan antara Bengawan Solo dengan Ketan Lusi yang diperkenalkan sejak tahun 1999,'' paparnya.

Tambahan Penghasilan

Menurut Soesiswo, hasil panenan perdana ini sekaligus sebagai sosialisasi bagi kelompok tani lain. Benih dari panen perdana akan dikembangkan menjadi benih untuk musim berikutnya.

Dia yakin, apabila masyarakat sudah merasakan varietas ini mereka akan dengan cepat menyukai atau paling tidak akan menggantikan varietas lain.

Panen perdana di kelompok tani Rachmat Tani seluas lima hektare. Tanaman mulai ditanam 14 Juni dan lama tanam antara 110 sampai 120 hari.

Ketua kelompok Rachmat Tani Nur Salim mengatakan, dengan padi jenis baru ini diharapkan anggota kelompoknya akan memperoleh tambahan penghasilan, karena produksi bertambah besar.

''Tiap bulir padi Sintanur mencapai 188 bulir padi, sedangkan Membramo hanya 115 bulir per batang,'' ujarnya.

Dari lima hektare lahan yang ditanami, dia membutuhkan bibit cukup 125 kg atau lebih kecil dari varietas lain. Masa tanam hanya empat bulan, sehingga tidak banyak menghabiskan pupuk dan tenaga kerja.(wh-74k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | English | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA