logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 9 September 2002 Sala  
Line

Sengit, Rakercab PDI-P

Tetapkan Gunadi lewat Voting

SEMARANG- Rapat kerja cabang (rakercab) DPC PDI-P Karanganyar yang digelar di Panti Marhaenis Semarang, kemarin berjalan cukup sengit. Baik yang berjalan di dalam sidang maupun di luar sidang.

Namun demikian akhirnya berhasil menetapkan H Gunadi Wirjo Soekarjo sebagai calon bupati Karanganyar lewat voting. Dia mengalahkan lawan-lawannya seperti Bambang H (Ketua DPC PDI-P Karanganyar), Arif Wuryanto SH (Direktur PDAM) dan Hj Rina Iriani Sriratna Ningsih SPd.

Sementara itu di luar sidang, munculnya pendukung para bakal calon dalam jumlah ratusan orang membuat situasi menjadi tegang. Meskipun mereka berasal dari daerah yang sama, tapi mereka tidak dapat disatukan. Mereka lebih memilih berkerumun dengan kelompoknya sendiri.

Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, panitia rakercab menyiapkan 30 personel satgas dibantu beberapa satgas dari DPC Semarang dan DPD Jateng. Komandan Satgas yang sekaligus seksi keamanan rakercab H Soedirman mengatakan, tugas satgas adalah memberi perlindungan para bakal calon yang mengikuti rakercab.

''Kalau pun ada bakal calon yang membawa pengikut dan pengawal pribadinya dalam jumlah yang lebih banyak kami tidak bisa melarangnya. Itu hak mereka,'' tandasnya ketika ditemui Suara Merdeka di sela-sela rakercab.

Namun, dia menambahkan, para pengawal tersebut jangan sampai membuat masalah sendiri. Apalagi kalau jagonya kalah. ''Saya harap warga Karanganyar, bisa membawa nama baik daerah.''

Alot

Di ruang sidang, kondisinya juga tidak kalah sengit dibandingkan di luar sidang. Sengitnya persidangan itu disebabkan alotnya rapat itu sendiri, terutama ketika membahas tata tertib rapat. Masing-masing pihak saling mempertahankan keinginannya.

Ketua PAC PDI-P Kebak Kramat Bagus Selo BA yang juga peserta mengatakan, rapat tersebut sudah tidak sehat lagi. Karena masing-masing pihak saling ngotot untuk mempertahankan pendapatnya demi meloloskan calonnya.

''Mereka sudah tidak bisa disatukan,'' kata dia ketika ditemui saat istirahat.

Lagi pula, dia menambahkan, para panitia sudah merancang draf tata tertib itu sedemikian rupa sehingga menguntungkan salah satu bakal calon. ''Rekayasa itu tampak sekali, terutama sistem pembagian suara bagi peserta rapat,'' tandas dia yang juga bakal calon wakil bupati tersebut. (G8-14)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | English | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA