logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 9 September 2002 Sala  
Line

Markas Menwa Masih Telantar

  • Dieksekusi FBM UMS
BAKAR SERAGAM: Seusai mengeluarkan isi Mako Menwa UMS, pengunjuk rasa membakar seragam kebesaran Menwa. (Foto: Suara Merdeka/ae-15)

PABELAN- Kondisi Markas Komando Resimen Mahasiswa (Mako Menwa) UMS tak ada yang berubah. Seusai diobrak-abrik puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Bersama Mahasiswa (FBM) UMS Sabtu (7/9) lalu, ternyata masih berantakan hingga kemarin.

Pintu yang dicongkel dengan wadung (sejenis kapak) untuk mengeluarkan seluruh isi markas rusak berat. Barang-barang yang dikeluarkan peserta unjuk rasa juga masih dibiarkan tergeletak di luar. Hampir seluruh dinding markas penuh coretan cat merah, yang isinya menyatakan Mako Menwa UMS telah bubar.

Tak ada satu pun aktivitas dilakukan di bangunan pojok timur bagian paling selatan itu. Saat dialog dengan para peserta unjuk rasa dan perwakilan Menwa, Rektor Prof Drs Dochak Latief MSi mengimbau agar ruangan dikosongkan dari semua aktivitas.

Sementara itu Forum Bersama Mahasiswa FBM kemarin menuntut Rektor Prof Drs Dochak Latief mengeluarkan SK Pembubaran Resimen Mahasiswa (Menwa) dalam dua hari atau Selasa (10/9).

Bila tidak mereka akan turun kembali ke lapangan untuk menggelar aksi dan menuntut SK Pembubaran Menwa saat itu juga.

Bisa Mengerti

Anggota Menwa bisa mengerti alasan Rektor, lantaran 80% Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di UMS mendukung pembubarannya. Itu terlihat dari surat pernyataan yang ditandatangani beberapa UKM.

Sabtu sebelumnya, puluhan mahasiswa telah mengobrak-abrik markas. Aksi yang merupakan lanjutan dari aksi Kamis (5/9) pekan lalu itu menyebabkan markas berantakan.

Mereka memulai aksi dengan berorasi mengelilingi kampus mulai pukul 10.00 hingga kemudian berhenti lama di lokasi yang tak jauh dari tempat kejadian.

Karena permintaan agar rektorat berorasi tak dipenuhi, peserta terus mendekati markas. Beberapa saat kemudian bangunan yang tak dijaga dan terkunci rapat itu porak poranda.

Bakar Seragam

Peserta demo mencongkel pintu dengan wadung dan mengeluarkan seluruh isinya. Sebelumnya, mereka merusak papan nama dan prasasti tanda peresmian hingga hancur berkeping-keping. Setelah menguras isinya, salah seorang peserta kemudian membakar satu setel seragam Menwa.

Satpam kampus yang sejak pagi berjaga-jaga tak berkutik menyaksikan aksi yang telah menjurus anarki itu. Demikian pula dengan sejumlah aparat Pengendalian Massa (Dalmas) Polrasta di luar kampus sejak pagi.

''Saya menyayangkan kejadian tersebut, sebab secara formal Menwa masih ada dan belum resmi dibubarkan. Kenapa mereka merusaknya?'' ungkap Dochak.

Meski demikian, Rektor tidak akan memperpanjang masalah tersebut. Dia tidak akan menuntut ganti rugi kepada peserta demo, namun cukup hanya dengan memberikan teguran.

Setelah didesak FBM UMS untuk mencabut SK Rektor tentang Menwa UMS, Rektor menyatakan akan membicarakan dengan pimpinan universitas. ''Sangat mungkin SK itu dicabut. Silakan usulkan lembaga baru sebagai pengganti yang tidak mengedepankan militeristik dan arogansi.''

Komandan Menwa Eso Susanto merasa keberatan bila Menwa dibubarkan, sebab dia merupakan salah satu UKM di antara sejumlah UKM lain di UMS. ''Sama juga dengan UKM lain, Menwa juga wadah untuk menampung minat dan bakat mahasiswa di bidang bela negara. Jika dibubarkan, saya minta UKM lain juga dibubarkan.''(ae-42j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | English | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA