logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 9 September 2002 Ragam  
Line

Kissing Bugs, Serangga di Tempat Tidur

SERANGGA yang disebut kissing bugs (Triatoma) termasuk famili Reduviidae yang menjadi sumber penyabab penyakit kulit. Ia menyerang manusia pada malam hari ketika mereka sedang nyenyak tidur dengan sengatan atau gigitannya menimbulkan luka atau bercak merah pada kulit.

Jenis serangga ini adalah penghisap darah. Meski sengatan atau gigitannya tidak menimbulkan suatu gejala tertentu, namun ada variasi dari kerusakan kulit yang ditimbulkan, bahkan dapat menyebabkan kematian akibat dari terjadinya anaphylaxis. Variasi dari kerusakan kulit akibat gigitan kissing bugs termasuk keracunan dalam diagnose penyakit. Karena dari ujud kelainan kulit yang trampak mirip dengan penyakit herpes zoster, erythema multiforme dan bahkan mirip seperti gigitan laba-laba.

Penghisap Darah

Dalamistilah klasifikasi serangga yang sebenarnya, kata ''bug'' artinya hanya untuk ordo atau golongan besar serangga (Hemiptera) yang memiliki krakteristik tertentu. Yakni pada bagian mulutnya memiliki penghisap. Kebanyakan Hemiptera yang sudah dikenal adalah pemakan tumbuh-tumbuihan, namun yang termasuk famili Reduviidae ini merupakan hewan predator atau serangga pemangsa dan serangga parasit yang merugikan.

Satu grup dari yang parasit tersebut termasuk golongan penghisap darah dengan golongan menyusui (mamalia) sebagai sasaran makannya. Mereka dikenal dalam bentuk macam-macam variasi hama seperti kissing bugs, Cone-nosed bug, Mexican bad bug dll yang semuanya dapat menyebabkan kelainan pada kulit. Serangga tersebut biasanya menyerang pada malam hari dan serangannya bereaksi dengan protein kelenjar ludah kissing bugs.

Punya Senjata Tajam

Kissing bugs memiliki permukaan punggung belakang yang rata, keras dan memiliki sungut yang panjang dan senjata tajam sebagai penusuk. Meski bagian mulutnya hanya dapat untuk menghisap sementara tidak hanya strukturnya saja yang memungkinkan untuk menggigit, namun bentuk luka pada kulit yang diserang seperti bekas gigitan serangga.

Ia dicurigai juga menyerang binatan piaraan dan liar yang berada di lingkungan tempat tinggal manusia. Sehingga dimungkinkan sekali kissing bugs ini atau jenis serangga Triatoma tersebut berada di perumahan-perumahan. Bahkan sangat mungkin berara di tempat tidur, karena sifatnya sebagai penghisap darah yang menyerang pada malam hari ketika orang-orang sedang tidur melalui permukaan kulit manusia tersebut.

Mereka tidak akan menyerang melalui lapisan baju. Secara khas, mereka menempatkan dirinya pada manusia yang sedang tidur telentang kemudian mulai menyerang dengan sungutnya hanya melalui kontak dengan tubuh manusia. Manusia yang pernah digigit KB ini menggambarkan bahwa gigitan Triatoma menyakitkan dengan meninggalkan sensasi gatal.

8-15 Menit

Dalam suatu penelitian di laboratorium, serangga ini menyerang selama 8-15 menit ke manusia sebelum berkembang biak dan gigitan berikutnya setelah tiga minggu. Gejala yang timbul pada manusia yang diserang di antaranya terjadi pruritus, edema dan erythema. Triatoma dapat menyebabkan beberapa luka sebagai akibat dari kontak dengan komposisi ludahnya yang berbahaya dan kematian akibat terjadi anaphylaxis.

Kebanyakan pada orang-orang yang tidur tidak menyadari saat kissing bugs ini mulai menusuk dan menghisap darahnya, meskipun orang-orang itu memiliki sensasi hipersensitiv. Reaksi alergi yang timbul terhadap kontak dengan sekret ludah kissing bugs merupakan penyebab yang potensial merugikan mereka yang digigit.

Kontak manusia dengan Triatoma harus diwaspadai sebagai tindakan lebih hati-hati dalam menjaga lingkungan sekitar rumah, karena serangga ini lebih sering menyusup berada di rumah secara berkelompok.

Di Tempat Tidur

Serangga ini sering ditemukan atau senang menempati di dalam dan sekitar tempat tidur, dalam kamar tidur atau di bawah bantalan sofa dan kasur kecil. Deteksi untuk mengontrol adanya serangga ini sangat mudah. Karena biasa ditemukan adanya bekas gigitan kecil dan agak gatal setelah bangun tidur pagi hari.

Kemudian sesegera mungkin mencari di tempat-tempat yang sudah disebutkan di atas tadi. Jika menemukan sesegera mungkin diusahakan untuk membasminya dan memeriksakan diri ke dokter sebelum gejala lain menyerang dan bertambah parah.

Ujud Kelainan Kulit

Reaksi bagi kebanyakan orang yang pernah digigit kissing bugs atau serangan Triatoma ini hanya merasa tidak nyaman. Namun untuk sebagian kecil orang, bisa merasakan serangan kesakitan yang mencolok. Secara pasti, luka bekas gigitan yang tampak berbentuk menggerombol (bisa sampai 2 atau lebih) dalam satu lokasi di kulit. Kebanyakannya berlokasi di tangan, lengan, kaki, kepala dan anggota badan yang mudah dijangkau kissing bugs saat orang tidur telentang.(Ita-35)

Gejala Klinis:

1. Lesi. Ujud kelainan kulit ini berupa papula-papula/tonjolan-tonjolan kecil di kulit bekas gigitan serangga. Namun gigitan tersebut infiltrasi berlanjut ke jaringan limpha secara tidak khas. Jenis lesi ini sering menyerupai dan menyebabkan salah diagnosa sebagai herpes zoster.

2. Gelembung. Bisa juga berbentuk gelembung-gelembung kecil di kulit dengan diameter 2-3 cm biasanya dijumpai di tangan. Pada gelembung tersebut tidak tampak pusat tusukan namun luka yang tampak tersebut meradang dan bengkak. Kadang ada luka di bagian tubuh lain. Yang lebih parah, luka bisa berupa gelembung-gelembung berisi cairan atau darah.

3. Bentol besar. Lesi atau ujud kelainan kulit bisa berupa bentol besar dengan diameter 10-16 cm. Luka tusukan bisa tampak jelas oleh mata dan bisa tidak. Pada beberapa pasien bentuk lesi tersebut memerah atau meradang. Limpha bisa terserang pada kondisi yang parah.

4. Cairan/darah. Reaksi gigitan yang paling banyak adalah berupa lesi kulit berbentuk gelembung-gelembung kecil berisi cairan/darah, sering berlokasi di tangan dan kaki. Lesi yang banyak sering rancu dengan diagnosa erythema multiforme, namun gigitan Triatoma biasanya hanya terjadi pada satu sisi tubuh saja (hanya bagian kanan/kiri tubuh saja).

Jenis luka ini sering disamakan dengan bekas gigitan laba-laba. Limpha juga bisa terserang jika parah pada kondisi ini. Triatoma di Amerika bisa sebagai binatang vektor/perantara dari Chagas' disease (Trypanosomiasis) yang disebabkan oleh protozoa merugikan yang bernama Trypanosoma cruzi.

Mekanisme infeksi dari Chagas' disease tidak melalui gigitan dan menghisap darah seperti Triatoma namun malah melalui kontaminasi dari luka atau melalui material kotoran Triatoma yang mengandung protozoa tersebut. Kontak dengan mulut seseorang bisa terjadi pada saat makan atau setelah terjadi gigitan kemudian menggaruk dan tangan yang terkontaminasi kotoran protozoa tersebut langsung kontak dengan luka anggota badan lain.

Meskipun Triatoma telah dites positif mengandung Trypanosoma cruzi, tetapi Chagas' disease kurang mendapat perhatian. Karena Trypanosoma cruzi itu baru keluar setelah 20-30 menit Triatoma menggigit. Sampai saat ini insiden terjadinya Chagas' disease dinilai masih rendah oleh para ahli epidemiologi.

Namun demikian tetap perlu waspada terhadap kedua penyakit ini yang biasanya menginfeksi para imigran yang akan masuk ke suatu negara dan penyebaran/penularannya bisa melalui transfusi darah.(Ita-35)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | English | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA