logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 9 September 2002 Berita Utama  
Line

Pelaku Kasus Timika Sulit Ditemukan

JAKARTA-Tokoh Papua yang juga Ketua Harian Ormas Pemuda Pancasila, Yorris Raweyai, menyatakan, usaha untuk mengindentifikasi pelaku penembakan terhadap tiga karyawan PT Freeport di Timika beberapa waktu lalu sangat sulit dilakukan hingga kini. Dia juga menyangkal, hal tersebut dilakukan oleh kelompok separatis Organsiasi Papua Merdeka (OPM).

''Sangat sulit untuk mengatakan, kalau hal itu dilakukan oleh kelompok separatis Papua. Karena gerakannya sangat modern. Apalagi, daerah itu sangat terjal, dan di setiap kilometernya ada pos-pos Kostrad. Jadi sampai sekarang, pelakunya masih sulit diidentifikasi,'' tutur tokoh pemuda yang pernah dekat dengan Tommy Soeharto itu.

Yorris Raweyai mengatakan hal tersebut dalam diskusi mimbar akhir pekan yang membahas masalah Freeport di Menara Peninsula, Jakarta Barat, Sabtu. Menurutnya, tudingan terhadap OPM itu sangat spekulatif. Sebab, sampai saat ini belum ada penyelidikan yang menyebutkan OPM terlibat dalam kasus tersebut.

''Kalau OPM tetap dituduh, itu namanya berspekulasi. Kita lihatlah, investigasi yang dilakukan Polri. Kita akan mencoba melihat ke depan, apakah saksi yang diperiksa itu bisa menceritakan dengan benar dan kesimpulannya nanti bisa jadi pernyataan resmi Pemerintah. Jadi, mari kita tunggu bersama-sama,'' jelasnya.

Senada dengan Yorris, pengamat politik LIPI Ikrar Nusabakti pun berpendapat, masalah yang terjadi di Timika itu sangat sulit untuk diselesaikan. Dia juga tidak bisa menjawab dengan pasti, siapa yang diduga kuat sebagai pelaku penembakan tersebut.

''Pelakunya belum jelas. Sebab, sampai sekarang belum ada hasil investigasi tentang hal itu. Saya berani mengatakan hal itu, karena bisa saja hal tersebut dilakukan oleh OPM, tetapi bisa juga dalangnya bukan OPM. Bisa juga TNI lokal yang ada di sana,'' ujarnya sambil bergegas pergi.

Sebelumnya, Departemen Luar Negeri (Deplu) menjelaskan, pihaknya belum menerima kabar tentang kerja sama Indonesia-AS untuk menyelidiki kasus penyerangan terhadap karyawan Freeport Timika pekan lalu. Begitu pula halnya tentang masuknya empat agen FBI (intelijen AS) ke Papua guna melakukan investigasi.

''Tidak ada keterlibatan unsur Amerika untuk kasus Timika,'' tandas juru bicara Deplu Marty Natalegawa. (6/9).(bu-41k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | English | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA