
| Senin, 9 September 2002 | Semarang & Sekitarnya |
Dapat Motor Langsung Sujud Syukur
SEMARANG- Sepeda Santai Antimadat 2002 yang dilaksanakan wartawan unit bekerja sama dengan Poltabes kemarin lancar. Meski peserta diperkirakan tidak sampai 5.000, kegiatan itu membuat arus di sepanjang jalur yang dilalui peserta tersendat. Sebelum dilepas Wakapolda Brigjen Drs Dody Sumantyawan sekitar pukul 06.00, semua peserta masuk ke lapangan Poltabes. Di pintu masuk mereka mendapat keterangan soal rute yang harus dilalui. ''Rute sepeda diberikan pada hari pelaksanaan untuk menghindari peserta mencuri start,'' kata ketua panitia Komisaris Drs Achmad Yudi Suwarso SH MH di sela-sela kegiatan. Rute yang harus dilalui sekitar 25 km, antara lain melewati Jalan Dr Sutomo, kawasan Tugumuda, Imam Bonjol, Piere Tendean, Pemuda, perempatan Gendingan, Gajah Mada, perempatan Manggala, MT Haryono, bundaran Bubakan, Patimura, Citarum, dan Soekarno-Hatta. Setelah itu peserta melewati Supriyadi, Majapahit, Lamper Tengah, Kedungmundu, Tentara Pelajar, MT Haryono, Sriwijaya, Veteran, dan Kiai Saleh. Di kawasan itu peserta mendapat makanan ringan dan diwajibkan memasukkan sobekan kupon door prize ke kotak yang disediakan panitia. Selanjutnya mereka lewat Jalan Dr Kariadi untuk kembali ke lapangan Poltabes. Unik Beberapa peserta sepeda santai menarik perhatian karena keunikan sepeda mereka. Misalnya ada yang menaiki sepeda dengan seluruh kerangka dari kayu. Penonton di tepi jalan dan peserta lain terheran-heran. ''Kok tidak patah ya?'' tanya seorang penonton. Ada pula yang melengkapi sepeda dengan seperangkat peralatan suara mini. Alhasil, ketika lewat terdengar musik mengalun kencang. Seorang peserta lain merakit perangkat klakson berbunyi seperti suara hewan. Ketika klakson dibunyikan, terdengar lenguhan sapi atau kokok ayam. Para peserta datang dari berbagai kalangan umur dan profesi, baik anak-anak maupun orang tua, bersemangat hingga kegiatan usai. Banyak peserta masuk garis finis 30 menit setelah pelepasan. ''Wah, kita seperti balap sepeda, jadi adu cepat,'' kata seorang pemuda yang masuk rombongan pertama sampai di garis finis. Begitu tiba di lapangan Poltabes mereka langsung mencari tempat berteduh sambil menikmati suguhan grup musik dangdut Ken Arok. Door prize diberikan setelah semua peserta dipastikan masuk lapangan. Untuk menyemarakkan suasana, penampilan para penyanyi cantik dari grup musik dangdut itu dan pemberian hadiah utama berupa lima motor dan tiga lemari es serta ratusan hadiah hiburan dilakukan berselang-seling. Lima orang yang mendapat hadiah utama adalah Kasino asal Batursari, Mranggen, Sumber Ainun asal Demak, M Zumri asal Semarang, Partono penduduk Jalan Lamper Tengah Semarang, dan Ibnu Sudiro warga Bantul, Yogyakarta. Seorang di antara kelima peserta itu langsung sujud syukur di atas panggung begitu mendapat hadiah sepeda motor. (D7,G3-76g) | |||||