logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 9 September 2002 Semarang & Sekitarnya  
Line

Sampah Problem Utama Polder Tawang

SEMARANG - Sampah masih menjadi problem utama di Polder Tawang. Sampah di saluran ke kolam retensi membuat air polder tercemar sehingga memunculkan bau tak sedap.

Kasi Operasional dan Pemeliharaan Subdinas Pengairan DPU Kota Ir Fauzi MT mengemukakan sampah tidak hanya berasal dari industri dan rumah tangga, tetapi juga kotoran manusia.

''Bau busuk dari Polder Tawang akibat banyak orang membuang kotoran di situ. Pelaku bukan warga sekitar, melainkan pendatang dari daerah sekitar Semarang,'' kata dia saat berbicara dalam Forum Diskusi Bulanan HMJ Teknik Sipil di kampus Unika Soegijapranata, Sabtu (7/9).

Selain bau, dia khawatir sampah mengganggu fungsi rumah pompa. Meski setiap hari petugas rumah pompa membersihkan, masalah sampah selalu muncul .

Persoalan sampah, kata dia, juga menjadi salah satu dari 13 faktor kemunculan banjir di Kota Semarang. Karena itu dia meminta masyarakat memahami betapa penting kebersihan saluran.

Dia mengakui imbauan semacam itu disampaikan berkali-kali. Tindakan-tindakan yustisia untuk mendidik masyarakat agar tak membuang sampah seenaknya juga sudah dilakukan. Namun masih banyak warga tetap membuang sampah ke saluran. Ironisnya, warga juga selalu meminta pemerintah membersihkan saluran.

''Seandainya tidak ada satu pun warga membuang sampah di saluran akan sangat membantu untuk mengatasi masalah banjir.''

Ada faktor lain penyebab banjir. Yaitu, perubahan penggunaan lahan, erosi, sedimentasi, kemunculan kawasan kumuh di sepanjang sungai/ drainase, perencanaan sistem pengendalian banjir yang tidak tepat, curah hujan tinggi, pengaruh fisiografi/ geofisik sungai, kapasitas sungai, dan drainase tidak memadai, pengaruh air pasang, penurunan tanah, drainase lahan, bendung dan bangunan air, serta kerusakan bangunan pengendali banjir.

Dengan faktor itu, penanggulangan banjir tidak dapat hanya mengandalkan Polder Tawang. Apalagi polder itu hanya salah satu dari 10 subsistem penanggulangan banjir di bagian tengah. Yaitu subsistem Bulu, Tanah Mas, Kali Asin, Bandarharjo Barat, Bandarharjo Timur, Kota Lama, Banger Utara, Selatan, Tugu Muda, dan Simpanglima. (G6-45g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Budaya
Wacana | Ragam | Ekonomi | English | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA