
| Senin, 9 September 2002 | Semarang & Sekitarnya |
Stres, Suami yang Bakar IstriGROBOGAN-Khoiruddin (40), tersangka yang membakar istrinya Ny Asmanah (35) kini mengalami stres berat. Sebab di ruang tahanan Polres Grobogan sering memanggil-manggil nama istrinya yang telah tewas. Bahkan kalau ditanya, jawabnya sering menyimpang dari persoalan yang ditanyakan. Diduga jiwanya masih terguncang karena kematian istrinya maupun terbakarnya delapan rumah tetangganya akibat perbuatannya. Bila 2-3 hari psikisnya belum normal, rencananya Satserse akan memeriksakan tersangka ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Jl Majapahit Semarang. ''Polisi belum mendapatkan jawaban maksimal dari tersangka, mengapa istrinya dibakar. Sebab tersangka sering tidak nyambung dari pertanyaan penyidik,'' kata Kapolres Grobogan AKBP Drs Bambang Rudhi P SH MM kemarin. Seperti diberitakan, delapan rumah penduduk di Desa Mrisi Kecamatan Tanggungharjo Grobogan ludes terbakar. Hal itu akibat ulah Khoiruddin yang membakar istrinya dengan minyak tanah di rumahnya. Perempuan tersebut meninggal ketika dilarikan ke RS Kariadi Semarang akibat luka bakar di tubuhnya. Diduga perempuan itu dibakar karena tidak memuaskan ketika melayani kebutuhan biologis suaminya. Tersangka mengakui, beberapa jam sebelum kejadian memang dia bermaksud menggauli istrinya. Namun entah karena apa, emosi laki-laki itu tak terkendali hingga berakibat adanya kejadian tersebut. ''Tanpa berpikir panjang saya langsung menyiram dengan minyak tanah dan kemudian saya bakar,'' kata tersangka. Ketika petugas memancing apakah perbuatannya karena ada pria lain yang mengganggu rumah tangganya, dia hanya mengangguk sebagai tanda membenarkan. Dia pun tak mengelak bahwa dirinya cemburu dengan hadirnya pihak ketiga di rumah tangganya. Namun bapak dari dua anak itu tak mengetahui identitas dari lelaki yang dicemburui. Sementara itu dua anak korban yang masih menuntut ilmu di Pondok Pesantren Sirojuttolibin Brabo Tanggungharjo merasa kehilangan seorang ibu yang diandalkan untuk membiayai hidup mereka dan keluarga. Sebab selama ini yang bekerja untuk kepentingan keluarga dan masa depan anak-anaknya hanya almarhumah. Lama Menganggur Bapaknya yang kini mendekam di tahanan sudah lama menganggur akibat terkena penyakit diabetes melitus atau penyakit gula. Ir HM Nurwibowo, fungsionaris PAC PKB Tanggungharjo, rencananya akan mencarikan bantuan untuk kepentingan pendidikan anak korban dan juga untuk tujuh keluarga yang rumahnya terbakar. ''Partai di tingkat anak cabang sudah menyiapkan bantuan Rp 2 juta,'' kata Nurwibowo, yang juga Ketua FKB DPRD Grobogan. Kemarin dia menghubungi Kabag Sosial Setda Drs H Rusdijat guna dimintai bantuannya supaya mengucurkan sejumlah bantuan untuk kepentingan pendidikan anak almarhumah maupun sejumlah keluarga yang rumahnya terbakar.(A23-76) |